<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637</id><updated>2012-02-16T10:14:38.883-08:00</updated><title type='text'>Oase Iman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-8317182187898171086</id><published>2012-01-18T21:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T21:40:10.844-08:00</updated><title type='text'>Surat dari Pejuang Hamas untuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0GA1BLCid9E/TxesOVs8JZI/AAAAAAAAAtg/lF0oUo4gc9w/s1600/Screenshot-2.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-0GA1BLCid9E/TxesOVs8JZI/AAAAAAAAAtg/lF0oUo4gc9w/s320/Screenshot-2.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Untuk saudaraku di Indonesia.. Mengapa saya memilih mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia ? Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negara kalian dalamsatu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,..&lt;br /&gt;Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negeri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, saudaraku.!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia.&lt;br /&gt;Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa. Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket Israel! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi.&lt;br /&gt;Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,..&lt;br /&gt;Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negeri kalian diblokade juga? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan Perdana Menteri kami, Ustad Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,..&lt;br /&gt;Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negeri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta'aruf, tafahum, dan takaful disana. Hafalan antum pasti lebih&amp;nbsp; banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal&amp;nbsp; Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu&amp;nbsp; istirahat perang, bagaimana dengan kalian? Akhir Desember kemarin, saya&amp;nbsp; menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia&amp;nbsp; merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur'an dan umurnya&amp;nbsp; baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur'an&amp;nbsp; ketimbang anak-anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam&amp;nbsp; Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan.&amp;nbsp; Disini anak-anak belajar diantara puing- puing reruntuhan gedung yang hancur,&amp;nbsp; yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di&amp;nbsp; tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur'an&amp;nbsp; mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyisenapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad&amp;nbsp; paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung&amp;nbsp; mereka rasakan. Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat&amp;nbsp; solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga&amp;nbsp; merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang&amp;nbsp; menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun,bukan tangisan&amp;nbsp; kalian yang kamibutuhkan, saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan&amp;nbsp; bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa&amp;nbsp; dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang&amp;nbsp; Islam, ulama-ulama dan calon mujahidin mujahidin kalian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Abdullah Al Ghaza&lt;br /&gt;Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-8317182187898171086?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/8317182187898171086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2012/01/surat-dari-pejuang-hamas-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/8317182187898171086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/8317182187898171086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2012/01/surat-dari-pejuang-hamas-untuk.html' title='Surat dari Pejuang Hamas untuk Indonesia'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0GA1BLCid9E/TxesOVs8JZI/AAAAAAAAAtg/lF0oUo4gc9w/s72-c/Screenshot-2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-116726195177544803</id><published>2011-12-26T07:08:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T07:09:28.187-08:00</updated><title type='text'>Nasihat Pribadi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-OeCbHV-KIt0/TviNwir_pBI/AAAAAAAAAsI/QBavwgMdBmo/s1600/bp1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-OeCbHV-KIt0/TviNwir_pBI/AAAAAAAAAsI/QBavwgMdBmo/s320/bp1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Desember26, 2011 disaat suhu kamar berada diangka 31 derajat, wuuiiihh.. satu persatukeringat bercucuran. Sebenarnya suasana diluar sedang hujan, tapi dari tadisuhu di dalam kamar tidak mau beranjak dari angka 31, mungkin ini biasa terjadiketika hendak atau sedang turun hujan lebat, Insya Allah akan saya tanyakanfenomena ini kepada doctor di bidang fisika, doakan saja saya tidak ditawarkanuntuk membuat algoritma hujan, haha..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Baiklah,daripada kita bicarakan hal yang sangat sensitive bagi mahasiswa tingkat akhir,mari kita santai sejenak untuk berbagi inspirasi untuk dunia yang makinsensasional. Hari ini masyarakat aceh ramai yang menggunakan pakaian serbaputih dan berduyun-duyun berkumpul di lapangan golf lampu’uk kawasan AcehBesar, karena tepat 7 tahun lalu Tsunami menyapa dunia dengan kelembutannya. Peringatankali ini dipusatkan di kawasan tersebut walaupun di bebrapa tempat lainnyabanyak juga warga yang melakukan zikir akbar, kanduri rakyat atau doa bersamadi mesjid dan tempat yang memungkinkan lainnya. Saya sebagai warga yang taatdan patuh kepada orang tua, juga ikut-ikutan dalam memuja Allah bersama puluhanwarga lainnya di salah satu mesjid di kawasan banda Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Namunada beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai ceremonial yang kerap kitalakukan menyangkut suatu kebajikan. Kita sering kali terpaku dan terikat padawaktu, tempat dan situasi, seperti halnya peringatan Tsunami yang dihiasidengan zikir, doa bersama dan kenduri (makan-makan), seolah-olah pada saattersebutlah doa kita paling dikabulkan, seakan-akan hanya pada saat itulahzikir kita khusuk masyuk bertetesan air mata, dan seperti hanya pada saatitulah kenduri (makan-makan) harus diadakan, mungkin soal kenduri saya setuju,karena harga sembako dan barang lainnya pada saat ini begitu melonjak, jadiwajar kalau kenduri di buat setahun sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapidalam hal zikir dan doa kita membuat tanggal khusus untuk itu, yang di tanggaltersebutlah kita berlaku layaknya muslim sejati, dan menjadi pudar kapasitasmuslim tersebut di lain hari. Apakah di hari lain kita tak boleh berzikir, apakahtetesan air mata tidak bisa berjatuhan di hari lain? Atau kekhusyukan tidakbisa datang di hari lain? Kita seakan mengkotak-kotakkan ibadah, danmenempelnya pada tanggal tertentu serta situasi khusus. Wajarlah kita berlakubak muslim musiman, ketika musim duren bau nya keren, ketika musim dukuperilakunya kaku, nah ketika musim langsat kita malah….. Astaghfirullah. Selayaknyasebagai muslim yang taat dimanapun dan kapanpun kita berusaha untukmengalokasikan waktu khusus untuk berzikir dan berdoa (bukan setahun sekali),tidak harus pada saat peringatan tsunami baru kita melakukan refleksi, padasaat lebaran kita maaf-maafan, pada saat hijrah baru baca sirah, atau pada hariibu kita baru teringat akan orang tua, sehingga status fesbuk, twitter pun ikutikutan meriah. Pun janganlah kita terlalu phobia akan ritual ini sehinggaterlalu ekstrim menentang kegiatan kebajikan ini. Insya Allah kegiatan tersebutbermanfaat dan bernilai ibadah asalkan sesuai syariat Allah dan tuntunanRasulullah. Saya termasuk orang yang juga ikut berzikir, berdoa dalamperingatan kali ini, dan Alhamdulillah Allah menambah nikmatnya, karena setelahzikir rupanya ada kanduri besar-besaran di mesjid tersebut, tancap bro..Alhamdulillah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sepatutnyaproses beribadah tak tergantung tempat dan waktu yang kita sendiri tetapkan,dalam agama telah terang dijelaskan mana yang do dan don’t, tinggal usaha kitasaja untuk mempelajarinya dan mempraktekkannya semaksimal usaha yang ada, karenamemang Allah telah mempermudah agama ini untuk diterapkan oleh manusia yangmalas dan besar nafsu ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Noteini merupakan bagian dari cambuk pribadi agar tetap konsisten berjuang menjadipenghuni surga-Nya, saat hati yang kadang berbolak balik serta gelisah karenabisikan musuh abadi manusia, Syaitan yang terkutuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;YaAllah tetapkan hati ini di jalan Mu yang penuh nikmat dan petunjuk, janganengkau sesatkan hati kami sehingga menjadi hamba yang Engkau murkai, dantetapkanlah hidayah di dalam hati kami karena sesungguhnya hanya Engkau yangMaha Kuasa memberikan dan mencabut hidayah dari hati seorang hamba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN"&gt;للَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ،صَرِّفْ قُلُوْبُنَا عَلَى طَاعَتِكَ.&lt;br /&gt;“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami pada ketaatankepada-Mu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;يا مقلب القلوب، ثبت قلبى علىدينك.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wahai dzat yang membolak-balikanhati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;26 Desember2011,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 13.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nasihat untukpribadi, saat peringatan 7 tahun Tsunami&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-116726195177544803?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/116726195177544803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/12/nasihat-pribadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/116726195177544803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/116726195177544803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/12/nasihat-pribadi.html' title='Nasihat Pribadi'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OeCbHV-KIt0/TviNwir_pBI/AAAAAAAAAsI/QBavwgMdBmo/s72-c/bp1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-1647207449799151867</id><published>2011-12-01T08:03:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T08:04:41.642-08:00</updated><title type='text'>Jangan halangi Aku membela Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke  kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah tertunduk sebentar, “&lt;em&gt;Inna lillah&lt;/em&gt;…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….”&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Utusan itu menunduk sedih, “Betul….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Inna lillah&lt;/em&gt;….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kau berduka, ya Ummu Amar?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beliau tidak kurang suatu apapun…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Engkau masih luka parah, Nasibah….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/05/167/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah/#ixzz1fId1WuYf" style="color: #003399;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2007/05/167/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah/#ixzz1fId1WuYf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-1647207449799151867?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/1647207449799151867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/12/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/1647207449799151867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/1647207449799151867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/12/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html' title='Jangan halangi Aku membela Rasulullah'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-5162328896533464721</id><published>2011-11-10T00:35:00.001-08:00</published><updated>2011-11-10T00:42:28.325-08:00</updated><title type='text'>Ayah...</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OiUbr024AUQ/TruMYF_WT_I/AAAAAAAAArU/oP7NOWkSQcw/s1600/ayah.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://3.bp.blogspot.com/-OiUbr024AUQ/TruMYF_WT_I/AAAAAAAAArU/oP7NOWkSQcw/s320/ayah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ini adalah salah satu penggalancerita dari pemateri luar biasa pada saat pelatihan Forum Indonesia Muda (FIM)angkatan 11. Cerita ini sangat menggugah serta mengundang isak tangis parapendengar saat itu, padahal sebelumnya semua pendengar fokus dan tidak menerkaending dari kisah tersebut sangat menyentuh hati yang paling dalam, sehinggameledaklah ekspresi dan mengalirlah air mata. Sengaja saya tuliskan disini agarselalu terpatri di dalam sanubari dan tausiah diri, semoga pembaca dapatmengambil hikmahnya serta menjadikan catatan pribadi dan kalau boleh di sebarke berbagai insan lainnya. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu sore yang kering dan heningseorang pimpinan perusahaan terkenal merasakan suasanahatinya yang begitu hambar. Tak tahu apa yang dikerjakan agar suasana hatinyaberubah. Dan ia mulai menerka apakah ini yang dimaksud dengan kekerasan hati,kekosongan jiwa serta mati rasa, padahal ia dulu berada pada ekonomi yangsangat rendah, di posisi yang di olok-olokan oleh sekitarnya. Dan sekarang iakaya-raya dengan mobil beserta penjaga dan rumah yang nyaman dan ia mulaimerenung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memang dulu ia seorang Office Boyyang mengantarkan minuman, makanan serta keperluan lainnya kepada pegawai dikantor tersebut. Bekerja bak pembantu diperusahaan tersebut tak membuatsemangatnya untuk terus belajar dan mengambil manfaat dari setiap kegiatan yangdilaluinya, mulailah pemuda yang hanya lulus SMA ini beraksi. Jika ada seminaratau pelatihan yang diadakan di perusahaan tersebut ia berdiri di samping pintumasuk dan mencuri-curi dengar terhadap materi yang diberikan dan mencatatnya,ketika pintu terbuka maka dengan sigap ia menoleh dan mendengar dengan lebihjelas hingga pada saat bossnya melihat ia dipersilahkan masuk dan duduk manis dikursi paling akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak cukup dengan itu, jika adakesempatan disela-sela kerja sebagai OB, ia melihat kepada karyawan yangpekerjaannya paling banyak dan mendekati karyawan tersebut seraya berkata “apayang bisa saya bantu..??” spontan sang karyawan terkejut dan memberikansebagian tugasnya kepada pemuda tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari berganti hari, posisi bergantiposisi, ia mulai menapaki karir yang lebih tinggi dengan kepiyawaiannya bakpegawai normal lainnya, padahal ia hanya lulus SMA, tetapi karena seringmembantu mengerjakan tugas membuat ia tahu bagaimana menyelesaikan tugas kantorterlebih dengan ditunjang materi-materi yang ia ikuti secara gratis. Akhirnya iaditempatkan di posisi paling tinggi di perusahaan tersebut yaitu vice president(karena presidennya berada di kantor pusat di Negara yang berbeda). Di posisiinilah ia merenung karena hatinya mulai kaku akan lingkungan sekitar, hambardan hampa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tiba-tiba kawan sekantornya menegurdan mengembalikan kesadaran pemuda yang sudah mulai tua tersebut darilamunannya. Kawannya tersebut mengajaknya mengelilingi kota Jakarta. Hingga akhirnyamereka berhenti pada sebuah panti asuhan dan istirahat sambil menunaikan shalatashar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sambil duduk-duduk di teras mesjidpanti asuhan tersebut tiba-tiba seorang anak datang menghampiri bapak tersebut,berdiri menatap lama ke arah wajah sang bapak. Sang bapak yang mulai keherananbertanya kepada sang anak :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bapak : siapanamamu dik..??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anak &amp;nbsp;: anna om..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bapak : annasudah makan? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anak : sudah om…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian sang bapak terdiam berharapAnna mengucapkan sesuatu, karena Anna-lah yang menghampiri bapak tersebut,pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan gumam sang bapak. Tapi menit terusberlalu tapi anna tidak mengucapkan sepatah katapun, ia hanya terdiam menatapsang bapak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bapak : kamusudah sekolah??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anna&amp;nbsp; : sudah om..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemudian keadaankembali hening..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setelah beberapasaat anna akhirnya bertanya..”om, anna boleh minta sesuatu ga?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sambil menunduk mendekatimulut anna, sang bapak menjawab “boleh, kamu mau minta apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keadaan kembalihening, seolah-olah anna malu mengatakannya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anna : boleh ga,kalau anna minta om menjadi Ayah anna…???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sambil menahanair matanya sang bapak menjawab, “boleh..…” dan akhirnya anna tersenyum lebar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Singkat cerita ketikahendak pulang sang bapak ingin pamit kepada anak angkatnya, sambil menuju mobilmewahnya ia berkata, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Anna anakku,ayah pulang dulu ya..” Anna menarik tangan Ayah barunya dan berkata, “ayahbolehkah anna minta sesuatu lagi?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sang ayah kembalimenunduk dan menjawab, “boleh..silahkan. kamu mau minta apa?” kemudian keadaankembali hening tanpa suara kecuali angin di sore itu, sang bapak menyodorkandompet dan membuka isinya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“kamu mau uang,silahkan ambil berapapun kamu mau ayah akan berikan” Anna diam tak bergemingyang membuat sang bapak kembali keheranan. Kemudian muncullah pertanyaan yangdiluar dugaan dari bibir anna, yang membuat sang bapak kesal..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anna : bolehtidak anna minta foto Ayah, supaya anna bisa pamerin ke kawan-kawan besok disekolah bahwa anna punya seorang ayah…??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bapak : Boleh..diambilnya foto dan diserahkan kepada anak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan annaberlarian kegirangan berlalu dari hadapan sang bapak..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhirnya kehampaan hati, kekosonganjiwa sang bapak pada sore itu terisi dengan keharuan bercampur kesenangan yangditorehkan sang anak, Anna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-5162328896533464721?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/5162328896533464721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/11/ayah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5162328896533464721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5162328896533464721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/11/ayah.html' title='Ayah...'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OiUbr024AUQ/TruMYF_WT_I/AAAAAAAAArU/oP7NOWkSQcw/s72-c/ayah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-5151471819286883164</id><published>2011-09-25T10:11:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T10:11:59.747-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Rasulullah SAW ke Surga Bersama Dua Tamunya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/09/rasulullah02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2010/09/rasulullah02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Di suatu pagi hari, Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabatnya, bahwa semalam beliau didatangi dua orang tamu. Dua tamu itu mengajak Rasulullah untuk pergi ke suatu negeri, dan Rasul menerima ajakan mereka. Akhirnya mereka pun pergi bertiga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang yang tengah berbaring. Tiba-tiba di dekat kepala orang itu ada orang lain yang berdiri dengan membawa sebongkah batu besar. Orang yang membawa batu besar itu dengan serta merta melemparkan batu tadi ke atas kepala orang yang sedang berbaring, maka remuklah kepalanya dan menggelindinglah batu yang dilempar tadi. Kemudian orang yang melempar batu itu berusaha memungut kembali batu tersebut. Tapi dia tidak bisa meraihnya hingga kepala yang remuk tadi kembali utuh seperti semula. Setelah batu dapat diraihnya, orang itu kembali melemparkan batu tersebut ke orang yang sedang berbaring tadi, begitu seterusnya ia melakukan hal yang serupa seperti semula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat kejadian itu, Rasulullah bertanya kepada dua orang tamu yang mengajaknya, “Maha Suci Allah, apa ini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudahlah, lanjutkan perjalanan!” jawab keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mereka pun pergi melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang lagi. Orang tersebut sedang terlentang dan di sebelahnya ada orang lain yang berdiri dengan membawa gergaji dari besi. Tiba-tiba digergajinya salah satu sisi wajah orang yang sedang terlentang itu hingga mulut, tenggorokan, mata, sampai tengkuknya. Kemudian si penggergaji pindah ke sisi yang lain dan melakukan hal yang sama pada sisi muka yang pertama. Orang yang menggergaji ini tidak akan pindah ke sisi wajah lainnya hingga sisi wajah si terlentang tersebut sudah kembali seperti sediakala. Jika dia pindah ke sisi wajah lainnya, dia akan menggergaji wajah si terletang itu seperti semula. Begitu seterusnya dia melakukan hal tersebut berulang-ulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah pun bertanya, “Subhanallah, apa pula ini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua tamunya menjawab, “Sudah, menjauhlah!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Selanjutnya mereka mendatangi sesuatu seperti sebuah tungku api, atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya besar, dan menyala-nyala api dari bawahnya. Di dalamnya penuh dengan jeritan dan suara-suara hiruk pikuk. Mereka pun melongoknya, ternyata di dalamnya terdapat para lelaki dan wanita dalam keadaan telanjang. Dan dari bawah ada luapan api yang melalap tubuh mereka. Jika api membumbung tinggi mereka pun naik ke atas, dan jika api meredup mereka kembali ke bawah. Jika api datang melalap, maka mereka pun terpanggang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah kembali bertanya, “Siapa mereka?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua tamunya menjawab, “Menjauhlah, menjauhlah!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini mereka mendatangi sebuah sungai, sungai yang merah bagai darah. Ternyata di dalam sungai tadi ada seseorang yang sedang berenang, sedangkan di tepi sungainya telah berdiri seseorang yang telah mengumpulkan bebatuan banyak sekali. Setiap kali orang yang berenang itu hendak berhenti dan ingin keluar dari sungai, maka orang yang ditepi sungai mendatangi orang yang berenang itu dan menjejali mulutnya sampai ia pun berenang kembali. Setiap kali si perenang kembali mau berhenti, orang yang di tepi sungai kembali menjejali mulut si perenang dengan bebatuan hingga dia kembali ke tengah sungai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah pun bertanya, “Apa yang dilakukan orang ini?!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Menjauhlah, menjauhlah!” jawab kedua tamunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mereka pun melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan kali ini, mereka mendapatkan seseorang yang amat buruk penampilannya, sejelek-jeleknya orang yang pernah kita lihat penampilannya, dan di dekatnya terdapat api. Orang tersebut mengobarkan api itu dan mengelilinginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa ini?!” tanya Rasulullah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Menjauhlah, menjauhlah!” jawab kedua tamunya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi. Dalam perjalanan mereka menemukan sebuah taman yang indah, dipenuhi dengan bunga-bunga musim semi. Di tengah taman itu ada seorang lelaki yang sangat tinggi, hingga Rasulullah hampir tidak bisa melihat kepala orang itu karena tingginya. Di sekeliling orang tinggi itu banyak sekali anak-anak yang tidak pernah Rasul lihat sebegitu banyaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat itu, Rasulullah kembali bertanya, “Apa ini? Dan siapa mereka?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua tamunya menjawab, “Menjauhlah, menjauhlah!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mereka pun pergi berlalu. Lalu mereka menyaksikan sebuah pohon yang amat besar, yang tidak pernah Rasul lihat pohon yang lebih besar dari ini. Pohon ini juga indah. Kedua tamu Rasul berkata, “Naiklah ke pohon itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu mereka pun memanjatnya. Rasul dituntun menaiki pohon dan dimasukkannya ke dalam sebuah rumah yang sangat indah yang tak pernah Rasul lihat seumpamanya. Di dalamnya terdapat lelaki tua dan muda. Lalu mereka sampai pada sebuah kota yang dibangun dengan batu bata dari emas dan perak. Mereka mendatangi pintu gerbang kota itu. Tiba-tiba pintu terbuka dan mereka memasukinya. Mereka disambut oleh beberapa orang, sebagian mereka adalah sebaik-baik bentuk dan rupa yang pernah kita lihat, dan sebagiannya lagi adalah orang yang seburuk-buruk rupa yang pernah kita lihat. Kedua tamu yang bersama Rasulullah berkata kepada orang-orang itu, “Pergilah, dan terjunlah ke sungai itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata ada sungai terbentang yang airnya sangat putih jernih. Mereka pun segera pergi dan menceburkan dirinya masing-masing ke dalam sungai itu. Kemudian mereka kembali kepada Rasululullah dan dua tamunya. Kejelekan serta keburukan rupa mereka tampak telah sirna, bahkan mereka dalam keadaan sebaik-baik rupa!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kedua orang tamu Rasulullah berkata, “Ini adalah Surga ‘Adn, dan inilah tempat tinggalmu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Rumah pertama yang kau lihat adalah rumah orang-orang mukmin kebanyakan, adapun rumah ini adalah rumah para syuhada’, sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mika’il. Maka angkatlah mukamu (pandanganmu).”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mata Rasulullah langsung menatap ke atas, ternyata sebuah istana bagai awan yang sangat putih. Kedua tamu Rasulullah berkata lagi, “Inilah tempat tinggalmu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah berkata kepada mereka, “Semoga Allah memberkati kalian.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua tamu itu lalu hendak meninggalkan Rasulullah. Maka Rasulullah pun segera ingin masuk ke dalamnya, tetapi kedua tamu itu segera berkata, “Tidak sekarang engkau memasukinya!” [1]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku telah melihat banyak keajaiban sejak semalam, apakah yang kulihat itu?” tanya Rasulullah kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keduanya menjawab, “Kami akan memberitakan kepadamu. Adapun orang yang pertama kau datangi, yang remuk kepalanya ditimpa batu, dia itu adalah orang yang membaca Al Qur’an tetapi ia berpaling darinya, tidur di kala waktu shalat fardhu (melalaikannya). Adapun orang yang digergaji mukanya sehingga mulut, tenggorokan, dan matanya tembus ke tengkuknya, adalah orang yang keluar dari rumahnya dan berdusta dengan sekali-kali dusta yang menyebar ke seluruh penjuru. Adapun orang laki-laki dan perempuan yang berada dalam semacam bangunan tungku, maka mereka adalah para pezina. Adapun orang yang kamu datangi sedang berenang di sungai dan dijejali batu, maka ia adalah pemakan riba. Adapun orang yang sangat buruk penampilannya dan di sampingnya ada api yang ia kobarkan dan ia mengitarinya, itu adalah malaikat penjaga neraka jahannam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun orang yang tinggi sekali, yang ada di tengah-tengah taman, itu adalah Ibrahim AS. Sedangkan anak-anak di sekelilingnya adalah setiap bayi yang mati dalam keadaan fitrah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu di sela-sela penyampaian cerita ini, para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan anak orang-orang musyrik?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah menjawab, “Dan anak orang-orang musyrik.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Rasulullah SAW melanjutkan ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun orang-orang yang sebagian mukanya bagus, dan sebagian yang lain mukanya jelek, mereka itu adalah orang-orang yang mencampuradukan antara amalan shalih dan amalan buruk, maka Allah mengampuni kejelekan mereka. []&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Maraji’: Riyadhush Shalihin&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Source : Dakwatuna.com &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-5151471819286883164?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/5151471819286883164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/perjalanan-rasulullah-saw-ke-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5151471819286883164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5151471819286883164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/perjalanan-rasulullah-saw-ke-surga.html' title='Perjalanan Rasulullah SAW ke Surga Bersama Dua Tamunya'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-425514665401852083</id><published>2011-09-24T23:37:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T23:37:58.422-07:00</updated><title type='text'>Dialog Allah SWT dan Malaikat tentang Orang-Orang yang Berdzikir dan Berdoa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com – &lt;/b&gt;Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, “Kemarilah, inilah hajat kalian!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang berdzikir tersebut, ikut duduk bersama mereka, dengan membentangkan sayap-sayap mereka sampai ke atas langit dunia. Jika orang-orang yang berdzikir tadi selesai melakukan dzikirnya, para malaikat naik ke langit. Pada saat itu Rabb bertanya kepada malaikat – dan Dia Lebih Mengetahui – :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan-Mu” jawab para malaikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah mereka melihat-Ku?” Allah SWT bertanya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Apa yang mereka minta?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Mereka meminta Surga kepada-Mu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Tidak wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Lantas bagaimana jika mereka melihatnya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Andaikan mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih sangat mendambakannya, lebih sangat menginginkannya, dan lebih senang kepadanya!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Mereka meminta perlindungan dari Neraka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT: “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaikat: “Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu mereka lebih menjauh daripadanya dan lebih takut daripadanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Allah SWT berfirman, “Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni untuk mereka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu dari malaikat pun berkata, “Wahai Rabb, di tengah-tengah mereka ada seseorang yang bukan dari golongan mereka. Orang itu datang untuk suatu kepentingan (bukan untuk berdzikir)!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT menanggapinya, “Mereka itu adalah kelompok orang yang tidak akan celaka, siapa pun yang ikut duduk dengan mereka!” []&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;___&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-425514665401852083?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/425514665401852083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/425514665401852083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/425514665401852083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang.html' title='Dialog Allah SWT dan Malaikat tentang Orang-Orang yang Berdzikir dan Berdoa'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-7431415071558188643</id><published>2011-09-24T22:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T22:30:02.014-07:00</updated><title type='text'>Misteri Jodoh: Penantian Puluhan Tahun Seorang Gadis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FxUZ1kTlGmY/Tn63RRfzimI/AAAAAAAAApU/B-bWlvshGFc/s1600/cinta.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="259" src="http://1.bp.blogspot.com/-FxUZ1kTlGmY/Tn63RRfzimI/AAAAAAAAApU/B-bWlvshGFc/s320/cinta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com -&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Shalat Jum’at baru saja usai ditunaikan. Pak Yunus seperti biasa masih berada dalam masjid bersama beberapa bapak yang lain. Tiba-tiba, baru saja selesai berdzikir, Pak Daud menghampiri Pak Yunus: menepuk pundak Pak Yunus lantas berjabat tangan. Ya, Pak Yunus dan Pak Daud sudah berteman sejak lama semenjak dipertemukan dalam satu pengajian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gimana kabarnya Pak?” sapa Pak Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Alhamdulillah baik. Bapak sendiri gimana?” balas Pak Yunus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Alhamdulillah.. (terdiam sebentar). Ngomong-ngomong, masih sendirian aja nih Pak?” Pak Daud melempar pertanyaan gurauan yang selama ini sering diajukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Yunus hanya tersenyum seperti biasanya jika ditanya hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semenjak istri Pak Yunus meninggal dunia beberapa tahun lalu, Pak Yunus menjalani hari-harinya tanpa pendamping. Usianya yang sudah kepala 6 pula yang sepertinya menjadi salah satu keputusan untuk tak ingin menikah lagi. Ketiga anaknya yang telah berkeluarga membuat Pak Yunus semakin kesepian. Ya, sebagai seorang laki-laki, terkadang perasaan membutuhkan seorang pendamping di hari tua, juga dialami oleh Pak Yunus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak teman di sekitar Pak Yunus yang menyarankan untuk menikah lagi, termasuk Pak Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 Syawal 1430 H&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hei, saudara-saudara, Tasya mau nikah 2011 nanti..”, Mira, menantu Pak Daud, tiba-tiba berteriak di ruang tengah saat kumpul keluarga besar Pak Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spontan, saudara-saudara yang lain langsung bertanya ke yang bersangkutan, Tasya, anak bungsu Pak Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bener Sya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bener ka Tasya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasya hanya menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu dengan senyuman, sambil berkata: “Itu hanya rencana pribadi. Belum tau rencana ALLAH nantinya..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, Tante Yeni hanya terdiam, dan tersenyum yang cukup dipaksakan. Tante Yeni adalah adik perempuan Pak Daud yang belum juga bersuami di usianya yang menjelang kepala 5.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasya menangkap semburat yang tidak mengenakkan ketika melihat wajah tante Yeni. Tasya sadar dan merasakan apa yang tante Yeni rasakan: keponakannya sudah merencanakan akan menikah, sementara dirinya?? Mungkin hal itulah yang ada di pikiran tante Yeni, pikir Tasya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tante Yeni memang belum menikah hingga saat ini, yang mungkin seharusnya sudah saatnya mempunyai anak atau bahkan menimang cucu. Tapi, ya itulah jodoh. Tante Yeni bisa dibilang belum menemukan jodohnya hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah karena masalah kecantikan? Ooohh, tentu tidak! Tante Yeni cukup cantik dengan kulit putihnya. Apakah karena agamanya? Oooohh, jangan salah, tante Yeni adalah wanita yang sangat menjaga qiyamullail. Apakah karena hartanya? Ooohh, tentu saja tante Yeni cukup mandiri untuk menghidupi dirinya walaupun tanpa pekerjaan tetap, yang penting tetap berpenghasilan. Apakah karena keturunannya? Ooohh, tante Yeni adalah keturunan terhormat, dari bapak yang seorang kepala sekolah. Lantas, apa yang membuatnya hingga saat ini belum juga menikah??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, itulah misteri jodoh. Kita tak ‘kan pernah tahu kapan datangnya, dan kita tak kan pernah tahu dengan siapa kita berjodoh. Kita hanya bisa menanti, berusaha, berdoa dan terus memperbaiki diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti Jum’at biasanya, beberapa bapak masih berdzikir di dalam masjid usai shalat Jum’at, termasuk Pak Yunus dan Pak Daud. Pak Yunus menghampiri Pak Daud yang sedang berada di pojok masjid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Assalamu’alaikum, Pak..” sapa Pak Yunus sambil menjabat tangan Pak Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wa’alaikumusalam..” jawab Pak Daud hangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Yunus menyampaikan maksudnya; ia ingin menikah lagi dan ingin mencoba berkenalan dengan adik perempuan Pak Daud, tante Yeni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Daud dengan senang hati menerima tawaran itu dan mengabarkan hal ini kepada adiknya, tante Yeni. Tante Yeni pun mengiyakan; hal ini yang tentunya sangat dinantikan tante Yeni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan pertama pun sudah diatur oleh Pak Daud. Pak Daud menemani Pak Yunus untuk berkunjung ke rumah orangtua Pak Daud, yang tak lain dan tak bukan adalah tempat tinggal tante Yeni. Mereka berbincang dan berkenalan lebih dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertemuan demi pertemuan dilakukan. Tak ada jalan berdua, selalu ada yang menemani, layaknya ta’aruf pada umumnya. Hanya ada 4 kali pertemuan dan kedua belah pihak keluarga juga menyetujui, termasuk anak-anak Pak Yunus. Akhirnya khitbah pun dilangsungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga besar Pak Daud telah berkumpul sejak pagi di rumah orangtua Pak Daud. Hari ini akan ada pertemuan dua keluarga: keluarga Pak Yunus dan keluarga tante Yeni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sela-sela persiapan khitbah, Tasya menemani tante Yeni di kamarnya dan bermaksud mendapatkan cerita yang menarik dari proses ini. Proses menuju pernikahan seorang gadis berumur 40-an dengan duda berumur 60-an, sungguh kisah yang unik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Gimana tante perasaannya?” tanya Tasya to the point.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yaaaa, gak nyangka aja. Padahal kamu yang udah ngerencanain nikah, sedangkan tante gak punya rencana apa-apa. Tapi ternyata sekarang tante mau dilamar..”, jawab tante Yeni sumringah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, gitu deh kalo udah rencana ALLAH. Aku juga itu baru rencana pribadi. Gak tau deh ke depannya gimana. Mungkin bisa dipercepat atau diperlambat sama ALLAH dari rencanaku” Tasya semakin bijak dalam kata-kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya, padahal kan tante udah hampir 50 umurnya. Tapi ternyata emang baru saat ini ALLAH memberikan jodoh itu. Nggak tau kenapa pas sama Pak Yunus, terasa dimudahin banget prosesnya, cuma 4 kali ketemuan. Pas ketemuan 2 kali, dia sms kalo mantap dengan pilihannya. Pas ketemu sama anak-anaknya, tante juga gak merasa takut, biasa aja. Ya, tante mah berdoa aja sama ALLAH, jika memang ini yang terbaik maka dekatkanlah dan mudahkanlah, dan jika memang bukan terbaik untukku, maka jauhkanlah dengan baik-baik. Alhamdulillah, proses itu dimudahkan dan hati tante pun mantap”, cerita panjang tante Yeni begitu membuat Tasya terperangah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Semoga lancar ya Tan, ke depannya..” Tasya menguatkan tante Yeni, sambil bersiap menuju ruang keluarga karena sudah banyak yang menunggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah khitbah, hari itu juga keluarga besar tante Yeni pun berkumpul untuk membicarakan resepsi pernikahan yang sungguh unik ini. Mulai dari membuat undangan, kepanitiaan sampai pembagian tugas. Ya, resepsi pernikahan yang akan dilangsungkan tak jauh beda dengan resepsi pernikahan pasangan muda pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akad nikah yang dilangsungkan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Adha begitu khidmat. Undangan para anak yatim piatu turut merasakan kebahagiaan kedua mempelai pada resepsi pernikahan. Dan kini, doa tante Yeni terkabul sudah; menutup masa lajangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata tanteku. Ya, dalam masa penantian menemukan jodohnya, tak sepatah katapun kudengar dari bibirnya menyalahkan takdir, menyalahkan ALLAH yang seolah tak berpihak padanya. Dalam masa penantian itu, dia sibukkan dirinya dengan ibadah kepada ALLAH dan kegiatan social di lingkungannya. Hingga akhirnya, selama penantian bertahun-tahun, puluhan tahun lamanya, teruji sudah kesabarannya, dan ia pun mendapatkan jodoh yang insya ALLAH terbaik menurut ALLAH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah misteri jodoh. Kita tak kan pernah tahu kapan jodoh itu datang. Manusia hanya bisa berencana. Namun, ALLAH-lah yang berkehendak atas semuanya. Bisa saja jodoh kita datang menjadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat dari rencana kita sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita pun tak kan pernah tahu dengan siapa kita berjodoh. Entah itu dengan orang yang sudah dekat dengan kita maupun orang jauh sekalipun yang tak pernah saling bertemu. Atau bahkan kita tak dipertemukan dengan jodoh kita di dunia ini, tapi di surga-NYA nanti. Allahu Akbar!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, yakinlah bahwa ALLAH telah menyiapkan scenario terbaik untuk kita dalam masalah jodoh. Tak perlu khawatir. Karena ALLAH telah berkata dalam Q.S An-Nahl ayat 72:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan Allah telah menjadikan pasangan-pasangan kamu sekalian dari jenismu sendiri, lalu menjadikan anak-anak dan cucu bagi kamu dari jodoh-jodohmu.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, jangan pernah terbesit sedikit pun bahwa ALLAH tak adil karena sampai saat ini jodoh belum juga menghampiri. Coba introspeksi diri. Gunakan masa penantian jodoh ini dengan terus berikhtiar, berdoa dan terus sibuk memperbaiki diri. Bukankah kita menginginkan jodoh yang baik? Seperti yang dijanjikan-NYA dalam Q.S An-Nuur ayat 26:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Wanita – wanita yang keji adalah untuk laki – laki yang keji dan laki – laki yang keji adalah untuk wanita yang keji. Dan wanita – wanita yang baik adalah untuk laki – laki yang baik, dan laki – laki yang baik adalah untuk wanita – wanita yang baik (pula).”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teruntuk tanteku:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Barakallahu Laka Wa Baraka ‘Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fi Khair”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;diambil dari : http://www.dakwatuna.com/2011/09/14645/misteri-jodoh-penantian-puluhan-tahun-seorang-gadis/ &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3Fl3WvhmPvM/Tn63H9HNi_I/AAAAAAAAApQ/HJPmSjWj-T0/s1600/ikhwan.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-7431415071558188643?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/7431415071558188643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/misteri-jodoh-penantian-puluhan-tahun_24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7431415071558188643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7431415071558188643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/misteri-jodoh-penantian-puluhan-tahun_24.html' title='Misteri Jodoh: Penantian Puluhan Tahun Seorang Gadis'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FxUZ1kTlGmY/Tn63RRfzimI/AAAAAAAAApU/B-bWlvshGFc/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-3421730565812897558</id><published>2011-09-24T22:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T22:30:56.467-07:00</updated><title type='text'>Kisah para tauladan menyambut kematiannya.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/07/11674/di-atas-ranjang-kematian/email/" rel="nofollow" title="Kirim"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/07/11674/di-atas-ranjang-kematian/print/" rel="nofollow" title="Print"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; margin-left: -120px; position: absolute; text-align: justify; top: 354px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;a class="db-anchor" href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5376455309734240637"&gt;digg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;div id="dd_comments"&gt;&lt;a class="clcount" href="http://www.dakwatuna.com/2011/07/11674/di-atas-ranjang-kematian/#respond"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div class="st_email_custom"&gt;&lt;span id="dd_email_text"&gt;email&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5376455309734240637"&gt;print&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/04/pohon-senja.jpg?c13ed3" rel="shadowbox[sbpost-11674];player=img;" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;" title="pohon-senja"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-13568" height="262" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/04/pohon-senja-250x205.jpg" title="pohon-senja" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com -&lt;/b&gt; Saudaraku, berikut ini kisah para Nabi dan sahabat yang mulia saat menyambut kematiannya. Kisah-kisah mereka penuh teladan, sarat pesan dan menjadi bahan renungan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekasih Allah Ibrahim &lt;i&gt;Allaihi Salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bercerita Imam Muhasabi dalam kitab “Ar-Riayah” bahwa Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;: &amp;nbsp;”Wahai kekasihku, bagaimana engkau menemukan kematianmu?” Dia berkata: Seperti tusuk besi (yang dipakai untuk membakar daging) yang diletakan di atas bulu yang basah, kemudian ditarik.” Kemudian Allah berfirman, “Sungguh (yang demikian itu) telah kami mudahkan kematian bagimu, Wahai Ibrahim.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nabi Allah Daud, &lt;i&gt;Allaihi Salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa malaikat maut datang untuk menjemput Nabi Daud &lt;i&gt;alaihi salam.&lt;/i&gt;&amp;nbsp; Daud berkata: “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “kami yang tidak takut raja dan tidak mengabaikan orang-orang kecil, kami juga tidak menerima suap”. Daud berkata: “Jika demikian, anda adalah malaikat kematian?” Dia menjawab: “Ya”, Daud balik berkata: “Kok, mendadak begini, aku tidak mendapatkan pemberitahuan (terlebih dahulu)” Malaikat berkata: “Hai Daud, di mana sahabat-mu fulan? Di mana pula si fulanah, tetanggamu?” “Mereka sudah mati”, jawab Daud. “Bukankah itu pemberitahuan padamu untuk bersiap-siap.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nabi yang diajak bicara oleh Allah, Musa &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa Nabi Musa allaihi salam ketika jiwanya berangkat menuju Allah, Allah berfirman: “Hai Musa, Bagaimana kau menemukan kematian?” Dia menjawab, “Aku mendapati diriku seperti burung hidup yang digoreng di atas penggorengan, tidak mati sehingga aku istirahat, dan tidak bertahan hidup sehingga aku terbang”. Diriwayatkan bahwa Musa berkata: “Aku menemukan diriku sebagai seekor kambing dikuliti oleh tukang daging dalam keadaan hidup”.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ruh Allah, Isa &lt;i&gt;allaihi salam.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Isa putra Maryam, &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;, berkata, “Wahai kaum Hawariyin, berdoalah kepada Allah agar kalian dimudahkan pada saat syakrat (maut) ini” Diriwayatkan bahwa kematian lebih berat dari tebasan pedang, gorokan gergaji dan capitan gunting.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulallah saw menggambarkan kematian kepada para sahabatnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Syahr bin Husyab dia berkata, Rasulullah saw ditanya tentang beratnya kematian? Dia (saw) bersabda, “kematian yang paling ringan adalah seperti bulu wol yang tercerabut dari kulit domba. Apakah mungkin kulit dapat keluar kecuali bersama bulu-bulunya itu?”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar As-shidiq, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar &lt;i&gt;radiallahu anhu &lt;/i&gt;menghadapi hari-hari kematiannya, dia sering membaca, “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya” (Qur’an Surah: Qaaf 19).&lt;br /&gt;Dia berpesan kepada Aisyah, puterinya: “Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah keduanya dan kafankan aku dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama menggunakan baju baru daripada yang sudah jadi mayit.”&lt;br /&gt;Di detik-detik menjelang kematiannya, ia berpesan kepada Umar dengan berkata, “Aku berpesan padamu dengan satu wasiat, sebab tak mungkin engkau mendahuluiku. Sesungguhnya Allah Maha Benar dengan tidak pernah membuat malam mendahului siang, dan siang tak pernah mendahului malam. Sesungguhnya, tidak diterima ibadah-ibadah sunah, jika yang wajib tak ditunaikan. Dan, akan diberatkan timbangan (kebaikan) di akhirat bagi mereka yang menunaikan hak-hak di dunia. Dan akan diringankan timbangan (kebaikan) seseorang di akhirat jika diikuti dengan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Umar bin Khathab, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Khattab ditusuk oleh seseorang, Abdullah bin Abbas datang menjenguknya, dia berkata: “Engkau telah masuk Islam saat orang-orang (lain) masih kafir. Dan engkau selalu berjihad bersama Rasulallah SAW saat orang-orang (lain) malas. Saat Rasulallah SAW wafat dia sudah ridha denganmu”. Umar kemudian berkata, “Ulangi ucapanmu!” Maka diulang kepadanya. Dia kemudian berkata, “celakalah orang yang tertipu dengan ucapan-ucapanmu itu.”&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar, puteranya, berkata: waktu itu kepala ayahku di pangkuanku, saat sakit menjelang kematian. Ayah berkata, “letakan kepalaku di atas tanah!” Aku menjawab, “Bagaimana ayah, apakah tidak sebaiknya di atas pangkuanku saja.” “Celaka kamu, letakan di atas tanah.” Ayah setengah membentak. Kemudian, Abdullah bin Umar meletakannya di atas tanah. Umar berkata, “Celaka aku, celaka juga ibuku, jika Tuhanku tidak menyayangi aku.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustman bin Affan, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditusuk oleh orang-orang yang memberontak, hingga darah mengalir ke janggutnya, Ustman berkata, “Tidak ada Tuhan selain Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, aku memohon perlindungan-Mu, dan pertolongan-Mu atas segala persoalanku, dan aku memohon pada-Mu diberikan kesabaran atas ujian ini.”&lt;br /&gt;Setelah ia akhirnya wafat, para sahabatnya membuka lemari yang terkunci. Mereka mendapatkan satu kertas yang tertulis begini: “&lt;i&gt;Bismillahirrahman ar-rahim&lt;/i&gt;, Ustman bin Affan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dan bahwa syurga adalah benar (adanya). Dan bahwa Allah kelak akan membangkitkan setiap yang dikubur pada hari yang tidak ada lagi keraguan padanya (kiamat). Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Atas nama-Nya kita hidup, atas nama-Nya kita mati dan atas nama-Nya pula kita akan dibangkitan, insya-Allah.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ali bin Abi Thalib, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditusuk, Ali &lt;i&gt;r&lt;/i&gt;&lt;i&gt;adiallahu anhu&lt;/i&gt; berkata: Apa yang sudah dilakukan terhadap orang yang menusukku? Mereka menjawab, “kami telah menangkapnya”. Ali berkata, “Beri makan dan minum dia dengan makanan dan minumanku. Jika aku hidup, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Jika aku mati, maka pukulah dia sekali pukul saja, jangan kalian tambahkan sedikitpun.”&lt;br /&gt;Kemudian Ali berpesan kepada Hasan, puteranya, agar memandikannya. Ali berkata, “Jangan berlebih-lebihan dalam mengkafaniku, sesungguhnya aku mendengar Rasulallah SAW bersabda, janganlah bermewah-mewahan dalam berkafan sebab yang demikian itu menghimpit dengan keras.”&lt;br /&gt;Kemudian Ali berpesan lagi: “Bawalah aku di antara rakyat. Jangan terlalu cepat, juga terlalu lambat. Jika aku memiliki kebaikan, niscaya (dengan membawa aku ke hadapan mereka) kalian telah mensegarakan aku menuju kebaikan itu. Jika aku memiliki keburukan, kalian telah mengantarkan aku untuk bertemu dengannya sebelum aku dihisab.”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amr bin Ash, &lt;i&gt;radiallau anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 43 hijriyah, Amr bin Ash menemui kematiannya saat ia menjadi gubernur di negeri Mesir. Pada hari-hari terakhir menjelang kematiannya, ia berkata, “Aku dulu seorang kafir yang paling keras…. Aku juga orang terkeras pada Rasulallah SAW. Sekiranya aku mati ketika itu, aku pasti masuk neraka. Kemudian, aku berbaiat kepada Rasulallah SAW. Tak ada manusia yang paling aku cintai melebihi beliau SAW. Tak ada yang … Sekiranya aku diminta untuk membuat naat (pada saat kematiannya), niscaya aku tak mampu. Sebab, aku tak pernah bisa berhenti menyeka airmataku sebagai kekagumanku padanya. Sekiranya pada saat itu aku mati, aku mesti masuk syurga…. Kemudian aku diuji setelahnya dengan kekuasaan… dan dengan hal-hal yang aku tidak tahu, apakah akan menolongku atau membebani aku” Kemudian, Amr bin Ash mendongakan kepalanya ke langit, dan berkata,&lt;br /&gt;“Ya Allah… tak ada lagi (alasan) pembebas….. Sehingga aku dapat meminta maaf. Tak ada lagi kekuasaan sehinga aku minta tolong. Sekiranya Engkau tidak merahmati aku, nicaya aku termasuk orang-orang yang celaka!!” Begitulah selalu ia memohon ampun kepada Tuhannya, hingga ajal menjemputnya dan ia mengucapkan, “La Ilaha Illa Allah…”&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa sebulan sebelum kematiannya, anaknya berkata padanya, “wahai ayah… engkau pernah berucap kepada kami…. semoga kami dapat bertemu sesorang yang cerdas yang dapat menceritakan suasana saat kematian. Engkaulah orang itu, ceritakan pada kami bagaimana kematian? Maka, Amr bin Ash berkata, “Wahai anakku, seakan-akan di punggungku ada lemari yang menindih, dan seakan akan bernafas dari lubah jarum ..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Huzaifah bin Yaman,&lt;i&gt; radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di tahun ke tiga puluh enam hijriyah…. Huzaifah dipanggil menghadap-Nya. Saat ia berusaha untuk bersiap-siap menuju perjalanan ke negeri akhirat, masuk sejumlah sahabat ke kamarnya… Ia bertanya pada mereka. “Apakah kalian datang membawa kain kafan?” Mereka menjawab, “Ya” Dia berkata, “Tunjukan padaku!” Setelah melihatnya, ia mendapati kain kafan itu masih baru…. Dengan susah payah ia berucap, “Kain kafan apa ini? Sungguh aku hanya butuh dua helai kain putih yang tak terjahit…Sesungguhnya aku tidak menggunakannya di kuburan kecuali hanya sebentar hingga aku mengganti keduanya dengan yang lebih baik… atau yang lebih buruk.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dia mengucapkan kalimat yang tak jelas.. Para sahabatnya berusaha mendengarkan… ia berucap: “Selamat datang kematian. Kekasih yang datang dengan membawa rindu. Tak akan beruntung mereka yang menyesal (di hari ini).&lt;br /&gt;Ruhnya kemudian terbang menuju Allah. Itulah salah satu hamba yang paling bertakwa….&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muadz bin Jabal, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampailah Muadz bin Jabal ke ajalnya. Ia dipanggil untuk bertemu Allah…. Pada saat sakratul maut, setiap perasaan yang sesungguhnya akan mencuat, dan terucap di lidah seseorang, sekiranya ia masih dapat bicara. Ucapan yang dapat dikatakan sebagai kesimpulan dari perjalanan hidup seseorang. Pada saat-saat seperti itu, Muadz mengucapkan kalimat yang sangat menakjubkan yang mengungkap cita-cita seorang mu’min. Ia menghadap ke langit, seakan berdialog dengan Tuhannya. “Ya…. Allah, aku dulu sangat takut pada-Mu. Tetapi hari ini aku ingin bertemu dengan-Mu. Ya… Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu bahwa aku tidak mendahulukan dunia untuk akheratku.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sa’ad bin Abi Waqash, &lt;i&gt;radiallahu anhu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di tahun lima puluh empat hijriyah, Sa’ad bin Abi Waqash telah berusia di atas delapan puluh tahun. Setiap hari ia berharap segera menemui kematiannya. Salah satu anaknya menceritakan, “Suatu hari kepala bapakku aku letakan di pangkuanku, dia bernafas setengah-setengah. Aku menangis. Dia berkata, Apa yang membuatmu menangis, wahai puteraku? Seungguhnya Allah tidak akan mengazabku selama-lamanya. Aku yakin aku adalah penduduk surga.&lt;br /&gt;Suatu kali, Rasulallah SAW telah memberinya kabar baik, dan dia beriman dengan kabar itu yaitu bahwa ia tidak akan diazab karena ia termasuk ahli surga. Nampaknya, ia ingin bertemu dengan Allah dengan mengumpulkan semua bekal yang ia punya. Ia kemudian menunjuk ke arah lemari. Kemudian lemari itu dibuka. Di dalamnya terdapat kain yang sudah sangat lusuh dan robek sana-sini. Ia meminta keluarganya untuk mengkafankannya dengan kain itu, seraya berkata, “Aku berjuang melawan orang-orang Musyrik pada perang Badr (dengan pakain ini), dan aku menyimpannya untuk hari ini!”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bilal bin Rabah, &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Sang Muadzin Nabi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bilal didatangi kematian… Istrinya berkata, “sungguh kami akan sangat bersedih.” Bilal membuka kain yang menutupi wajahnya, saat itu ia dalam sakratul mautnya. Dia kemudian berkata, “Jangan kau katakan demikian. Katakanlah, sungguh kami akan sangat bahagia” Kemudian dia berkata lagi, “Besok aku akan bertemu pujaanku, Muhammad SAW dan para sahabatnya.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Dzar al-Ghifari,&lt;i&gt; radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Dzar al-Ghifari mendekati kematiannya, istrinya menangis. Abu Dzar bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, sementara engkau mati di negeri yang tandus begini, sementara kita tidak punya kain untuk mengkafanimu”.&lt;br /&gt;Dia kemudian berkata, “Tak usah bersedih. Aku beri kabar gembira untukmu. Suatu hari aku mendengar Rasulallah Saw bersabda, aku dan para sahabat lainnya ada di situ, “Di antara kalian akan ada yang mati di tempat yang tandus dan disaksikan oleh sejumlah orang-orang beriman”. Tak ada seorangpun dari para sahabat itu yang mati di padang tandus begini. Mereka meninggal di perkampungan dan di tengah-tengah masyarakat. Akulah yang akan mati di tempat tandus ini. Demi Allah, aku tidak berdusta.. tunjuki aku jalan..” Istrinya berkata, “Rombongan haji sudah berangkat, dan aku tak tahu lagi harus ke jalan mana”.&lt;br /&gt;Di padang yang tandus itu, tiba-tiba ada serombongan kafilah lain yang lewat. Demi mendengar suara tangisan dari balik gubuk yang kecil, mereka berhenti dan bertanya-tanya, ada apa? Seseorang di antara mereka mengenali, subhanallah, ini Abu Dzar, sahabat Nabi yang mulia. Mereka menghentikan perjalanannya dan mengurus seluruh prosesi pemakaman Abu Dzar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Darda, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Darda menemui kematiannya, ia berkata:&lt;br /&gt;Sudahkah setiap orang mempersiapkan diri untuk seperti aku saat ini? Sudahkah setiap orang mempersiapkan diri untuk seperti aku hari ini?Sudahkah setiap orang mempersiapkan diri seperti aku detik ini?&lt;br /&gt;Kemudian Allah mencabut ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salman Al-Farisi, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salman al-Farisi menangis saat hendak menemui kematiannya. Ia kemudian ditanya oleh kelaurganya: “Apa yang membuatmu menangis?” Ia berkata, “Rasulallah saw telah memprediksi bahwa perbekalan kita (untuk mati) seperti perbekalan orang berkendara. Sementara di sekelilingku hanya ini perbekalanku.&lt;br /&gt;Ada yang berkata, “Waktu itu di sisi Salman al-Farisi ada ijanah, jafnah dan muthaharah. Ijanah adalah becana (bak) tempat dimana air dikumpulkan. Jafnah: tempat mengumpulan makanan dan air. Al-Muthaharah adalah becana (bak) tempat orang mengambil air yang suci.&lt;br /&gt;Anas bin Sirrin berkata, “Anas bin Malik hadir saat Salman al-farisi menemui kematiannya. Ia berkata, “Talqinkan aku dengan La Ilah Illa Allah, mereka tetap mengucapkan itu hingga ajal menjemputnya.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abdullah bin Mas’ud:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdullah bin Mas’ud menemui kematiannya, ia memanggil puteranya: “Ya Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, aku ingin berpesan padamu tentang lima hal. Jagalah demi menjalankan pesanku ini. Pertama: Hilangkanlah rasa putus asa dari hadapan orang banyak, sebab demikianlah kaya yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Kedua: Tinggalkan mengemis (untuk kebutuhan hidupmu) dari orang lain, sebab yang demikian itu adalah kemiskinan yang kau datangkan sendiri. Ketiga: Tinggalkan hal-hal yang kau anggap tak berguna. Jangan sekali-kali sengaja kau mendekatinya. Keempat: Jika kau mampu, janganlah sampai terjadi padamu satu hari di mana hari itu lebih tidak lebih baik dari kemarin. Usahakanlah. Kelima: Jika engkau shalat, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Resapi dan renungkan seakan engkau tak akan shalat lagi setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;diambil dari : http://www.dakwatuna.com/2011/07/11674/di-atas-ranjang-kematian/&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-3421730565812897558?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/3421730565812897558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/kisah-para-tauladan-menyambut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/3421730565812897558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/3421730565812897558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/kisah-para-tauladan-menyambut.html' title='Kisah para tauladan menyambut kematiannya.'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-863819796428354399</id><published>2011-09-01T20:14:00.001-07:00</published><updated>2011-09-01T20:14:44.785-07:00</updated><title type='text'>Yang mana Niat mu..??</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nOephLDhGck/TmBGahJwWQI/AAAAAAAAApA/tszm-QzmxKo/s1600/Untitled-1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="108" src="http://3.bp.blogspot.com/-nOephLDhGck/TmBGahJwWQI/AAAAAAAAApA/tszm-QzmxKo/s320/Untitled-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Semuamahasiswa berlomba-lomba agar mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinyake luar negeri, karena memang untuk melanjutkan studi membutuhkan dana yangtidak sedikit, apalagi ke luar negeri, harus jual tanah dulu..hehe. Pak dekanku pernah menghitung-hitung katanya biaya yang dihabiskan untuk menempuh studimaster bisa mencapai 500 sampai 700 juta, kalau untuk Ph.D (bahasa keren untukS3) bisa mencapai 1 M, nah.. mau ngemis dimana biar dapat dana segitu..??kredit di Adira (biasanya mahasiswa kalau beli laptop ambel kreditnya disininih..)..??&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nah..pasti anda tergiur kan untuk dapat beasiswa, gimana gak, bayangin aja kalaukuliah di Ausie masyarakatnya ramah banget, ausie tu terkenal dengan interaksisosialnya yang tinggi. Atau anda mau kuliah di mata sipit, baik jepang cinaatau korea?? Atau di Eropa, kalau kuliah di eropa udah belajar sama pakarnyatrus kita belajar di gedung-gedung tua, makanannya pun mengundang selera.Beberapa hari ini aku baca buku success stori nya para penerima beasiswaErasmus Mundus, beuh.. iri banget rasanya.. Erasmus Mundus memberikan beasiswaplus kesempatan jalan-jalan dan makan-makan. Bayangin aja, kita bisa kuliahminimal di 2 negara di eropa, trus smua dananya di tanggung, bahkan ada yang bawakeluarga lagi.. wah.. bisa honeymoon disana sekalian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapiapa sih niat anda sebenarnya untuk berjuang berdesak-desakan, rela begadang,bahkan dana di korbankan untuk mendapat beasiswa..?? setelah diskusi sana-sini,buka buku dan bertapa di gua, akhirnya aku menemukan beberapa alasan merekayang berjuang mencari uang untuk belajar di luar negeri, cekidot gan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: .5in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 40.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MencariIlmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Inilahalasan yang paling idealis, atau alasan untuk menutupi alasan kesenanganlainnya. Biasanya kalau nanya ke mereka yang mencari beasiswa pasti jawabanstandarnya untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, karena di Indonesia kurangbagus pengajarnya atau fasilitasnya kurang, akses informasi yang serba cepatserta kompetisi tingkat international membuat kita terpacu untuk menjadi yangterbaik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapiuntuk apa bersusah-susah keluar negeri untuk mencari ilmu, toh di Indonesiakita bisa melakukannya, kita punya pakar di beberapa disiplin ilmu. Kalau itumemang kurang akses informasi ke dunia global pun tak terbatas. Di kampus akubisa mencari referensi melalui internet kapan aja, bahkan aku bisa tidursemalaman ga pulang-pulang sampe minggu depan (hehe.. blum pernah di coba).Kecepatannya pun ga usah di tanya, smua nya bisa di download. Jika kebingungankita pun bisa meng-email professor yang ada di luar negeri atau gabung diberbagai mailing list. Nah… apa sih yang menjadi niat anda?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 40.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Membangunkarakter&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tinggaldi luar negeri dapat membangun karakter pribadi seseorang apalagi bagi merekayang suka tantangan. Tinggal di luar kampung halaman membuat kita untuk cepatberadaptasi dengan lingkungan baru yang sama sekali tidak pernah kita kenalsebelumnya, sehingga karakter pejuang, kekuatan bahkan rasa nasionalisme akanterbentuk. Bagaimana saling membantu bahkan ikut dalam kegiatan social di lingkungansekitar kita tinggal, bergabung dan mengadakan kegiatan dalam komunitasIndonesia, bahkan saling menyemangati satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tapi,apakah membangun karakter harus ke luar negeri..?? agar nasionalisme tumbuhharus tinggal di kampung orang..?? padahal semuanya bisa kita lakukan diIndonesia. Di negeri kita, organisasi tumbuh subur, bahkan setiap hari andabisa membuat organisasi yang berbeda. Jika ingin melakukan kegiatan social,banyak daerah-daerah di Indonesia yang membutuhkan perhatian kita. Bahkansering tu anak-anak kedokteran baksos ke daerah-daerah, ikut aja mereka. Apakahuntuk membangun karakter niat anda..??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 40.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengenalkeragaman budaya dan bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="tab-stops: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ini merupakan alasan yang menyenangkan, yaitu bisasaling mengenal dan belajar kebudayaan dan bahasa masing-masing Negara. Karenamemang kita diciptakan berbeda-beda dan untuk itulah kita saling mengenal.Kebudayaan Asia dengan tarian, bahasa dan makanannya jauh berbeda dengan Eropa.Mereka makanan pokoknya bukan nasi, ada yang kentang, gandum atau roti. JikaAusie ahlinya dalam bidang anggur atau stroberi eropa ahlinya susu, keju, danbuah-buahan yang lainnya. Kota-kota di eropa pun menyimpan banyak sejarah,seperti roma, paris atau berlin. Kebiasaan masyarakatnya pun berbeda, ada yangsuka bola, ada yang ramah ada yang bicaranya keras-keras, terus terang ataubahkan ada yang suka mabuk-mabukan, hehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="tab-stops: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertanyaan lagi nih, apa ini tujuan anda, untukbelajar kebudayaan orang lain, padahal budaya kita paling rame dan meriah,kalau bahasa jangan di Tanya, di aceh aja ada lebih dari 20 bahasa daerah. Soalmakanan yang paling penting, setelah diskusi dengan para alumni yang pulangdari luar negeri mereka pada setuju bahwa makanan Indonesia khususnya Aceh lahyang paling sedap, bumbunya yang lengkap, rasannya yang menggoyang lidah sertaharga yang terjangkau, so.. apa niat anda..??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="tab-stops: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 40.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memanjakanmata merupakan hal yang paling dicari oleh setiap mahasiswa yang menempuhpendidikan luar negeri. Setelah penat dengan tugas kampus, ujian bertubi-tubi, sertanilai yang memuaskan saatnya mengelilingi kota dan mencari buah tangan untukkeluarga di kampung halaman. Cepret sana-sini dan merasakan transportasicanggih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jikaini memang yang menjadi niat anda, coba katakan keindahan pantai yangmengalahkan pantai yang ada di Indonesia, kalau kita ngomong Aceh nih, lebihindah lagi pantainya, coba dengar pengalaman mereka tentang sabang, keindahandan keremajaannya yang sering mereka sebut dengan “lost in Paradise”. Sayamemang belum pernah mengunjungi pantai di Aceh selatan, Simelue atau pulaubanyak yang melimpah dengan aneka potensi lautnya. Tapi dari fotonya saja sudahmembuktikan keindahan yang tak tergantikan. Bagunan rumah tradisional aceh yangarsitekturnya mengagumkan, peninggalan masa peperangan di Aceh, bahkan sekarangada situs-situs Tsunami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Itulahbeberapa tujuan semu para knowledge seeker yang hanya akan bertahan di dunia,bahkan banyak yang didapat hanya sekadar kelelahan dan letih. Tapi sayateringat kata-katanya Danang P, yang di tulis di blognya, yang bulat-bulat sayacopas ke artikel ini. Semoga menjadi renungan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 58.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #0f243e; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Akhi... bumi itu luas dan lautan itu dalam, namun jauh lebihluas dan dalam lagi ilmu Allah. Maka jangan pikirkan dimana engkau akanmenuntut ilmu, tapi atas niat apa engkau menuntut ilmu itu. Menuntut ilmu itubukan masalah di luar negeri atau tidak, di universitas bergengsi atau bukan...apalagi karena ingin jalan-jalan... tapi bagaimana dengan ilmu yang antummiliki nantinya antum bermanfaat bagi orang banyak, bagi negara ini, dan bagidakwah akhi. Sudah banyak contohnya bukan, sosok-sosok luar biasa yang mampumenggoreskan sejarah dunia secara gilang gemilang meski mereka bukan lulusanuniversitas ternama. Bahkan Tafsir Fii Zilalil Qur’an-nya Sayid Quthb yangmahsyur itu, atau Tafsir Al Azhar-nya Hamka yang terkenal itu dilahirkan saatmereka berada dalam tahanan penjara, yang kalau secara logika tentunya akansangat sulit mendapatkan referensi dari dunia luar. Tapi antum jangan lupaakhi... bahwa ilmu itu milik Allah. Ia-lah referensi terbaik. …Maka niatkanlahkarena Allah. Insya Allah, Allah akan memudahkan bagi antum hal-hal yang bahkantak akan pernah antum bayangkan bisa antum lakukan...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-863819796428354399?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/863819796428354399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/yang-mana-niat-mu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/863819796428354399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/863819796428354399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2011/09/yang-mana-niat-mu.html' title='Yang mana Niat mu..??'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nOephLDhGck/TmBGahJwWQI/AAAAAAAAApA/tszm-QzmxKo/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-23265898970181926</id><published>2010-09-24T03:12:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T03:13:16.650-07:00</updated><title type='text'>Niatkanlah karena Allah..</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufiq%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufiq%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Ctaufiq%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(15, 36, 62);"&gt;“Akhi... bumi itu luas dan lautan itu dalam, namun jauh lebih luas dan dalam lagi ilmu Allah. Maka jangan pikirkan dimana engkau akan menuntut ilmu, tapi atas niat apa engkau menuntut ilmu itu. Menuntut ilmu itu bukan masalah di luar negeri atau tidak, di universitas bergengsi atau bukan... apalagi karena ingin jalan-jalan... tapi bagaimana dengan ilmu yang antum miliki nantinya antum bermanfaat bagi orang banyak, bagi negara ini, dan bagi dakwah akhi. Sudah banyak contohnya bukan, sosok-sosok luar biasa yang mampu menggoreskan sejarah dunia secara gilang gemilang meski mereka bukan lulusan universitas ternama. Bahkan Tafsir Fii Zilalil Qur’an-nya Sayid Quthb yang mahsyur itu, atau Tafsir Al Azhar-nya Hamka yang terkenal itu dilahirkan saat mereka berada dalam tahanan penjara, yang kalau secara logika tentunya akan sangat sulit mendapatkan referensi dari dunia luar. Tapi antum jangan lupa akhi... bahwa ilmu itu milik Allah. Ia-lah referensi terbaik. …Maka niatkanlah karena Allah. Insya Allah, Allah akan memudahkan bagi antum hal-hal yang bahkan tak akan pernah antum bayangkan bisa antum lakukan...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(15, 36, 62);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima kasih pada akh Danang A. Prabowo atas postingannya, mohon izin untuk di paste di sini, semoga diri ini selalu memperbaiki niat dalam memulai aktifitas..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-23265898970181926?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/23265898970181926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/niatkanlah-karena-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/23265898970181926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/23265898970181926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/niatkanlah-karena-allah.html' title='Niatkanlah karena Allah..'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-6064740206915723248</id><published>2010-09-24T03:04:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T03:12:02.098-07:00</updated><title type='text'>Bersihkan niat dalam menuntut ilmu..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;                       Saya teringat dengan perkataan Imam Syafi’I yang mengadukan kesusahannya dalam menghafal. Dan inilah nasihat yang menyejukkan hati dari sang guru, bahwa dalam menuntut ilmu hendaklah meninggalkan maksiat. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;Ketahuilah ilmu itu cahaya dan cahaya Allah itu tidak diberikan kepada orang yg melakukan maksiat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;”&lt;/span&gt;.  &lt;/span&gt;Alhamdulillah, nasihat ini begitu berharga. Saya akan mencoba untuk bisa menjauhkan diri dari maksiat agar cahaya ilmu itu datang. Begitu juga, hendaklah kita niat menuntut ilmu ikhlas karena Allah, agar Allah berkenan memberikan taufik dan pahala. Karena ilmu termasuk ibadah agung dan utama. Hm, baiklah, dengan mengucapkan basmalah, saya ingin meluruskan niat lagi dan mulai belajar, sekarang! Iya, sekarang, yuk!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 200%; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 200%; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%; font-size: 85%;" lang="EN-US"&gt;                       paragraf diatas adalah aku ambil dari salah satu blog yang aku baca. diri ini ingin menjambuk hati ini yang kadang lalai ataupun hilang tujuan dari menuntut ilmu, semoga dengan diposting disini, diri ini jadi lebih menemukan arti dari menuntut ilmu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-6064740206915723248?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/6064740206915723248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/bersihkan-niat-dalam-menuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/6064740206915723248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/6064740206915723248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/bersihkan-niat-dalam-menuntut-ilmu.html' title='Bersihkan niat dalam menuntut ilmu..'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-7791685814710722818</id><published>2010-09-08T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T00:13:28.059-07:00</updated><title type='text'>Ka’bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – Mekah. &lt;/strong&gt;Hidayat bisa datang dari cara  yang tak pernah diduga. Mungkin itu pula yang dialami ratusan pekerja  Cina di Arab Saudi yang kemudian memilih Islam sebagai agamanya yang  baru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah melihat Ka’bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar.  Pintu hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan  mereka untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja  asal Cina berpaling menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman  spiritual di Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan  proyek rel kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta  itu nantinya akan melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat  menghebohkan itu terjadi tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan  warga Arab Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang  Muslim. Warga meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang  beragama Islam. Namun Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan  para pekerja itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk  melihat Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti  yang dikatakan seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang  telah mengganti namanya menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada  Islam setelah melihat Ka’bah untuk kali pertama di televisi Saudi. ”Ini  menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran langsung sholat dari Masjidil  Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari Ka’bah (tawaf),”  katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia  kemudian mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di  perusahaan, di mana saya memiliki kesempatan untuk belajar tentang  berbagai aspek mengenai Islam,” tuturnya. Kini Hamza merasa lebih  bahagia dan lebih santai setelah menjadi seorang Muslim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa  pada September tahun lalu. Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan  perusahaan negara, Kereta Api Cina, menjadi seorang Muslim usai melihat  Ka’bah. ”Meskipun kami berada di Cina, kami tidak memiliki kesempatan  untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai Mekah, saya sangat  terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama bagi orang  Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam  setelah melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu  menjadi mualaf. ”Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat  bahwa rekan saya, yang sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah.  Tingkah lakunya patut dicontoh. Saya menyadari bahwa Islam adalah  kekuatan penuntun di balik perubahan tersebut,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak  tahu tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman  yang tepat tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari  Islam ketika berada di Makkah. ”Islam di Cina begitu kurang. Aku baru  mengetahui Islam setelah datang ke Saudi,” ujarnya. (Budi Raharjo/Arab  News/RoL)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-7791685814710722818?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/7791685814710722818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/kabah-menggetarkan-hati-ratusan-pekerja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7791685814710722818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7791685814710722818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/09/kabah-menggetarkan-hati-ratusan-pekerja.html' title='Ka’bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-7365942439214207729</id><published>2010-08-23T00:57:00.001-07:00</published><updated>2010-08-24T00:24:10.428-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nuansa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;p&gt;Kesibukan sehari-hari  membuat waktu bagiku serasa cepat. Satu pekerjaan belum selesai waktu  Dhuhur telah masuk. Serasa baru sebentar, jadwal shalat Ashar jamaah  telah menanti. Baca buku dan jurnal belum lagi tuntas, Maghrib telah  memanggil. Baru selesai berbuka puasa dan istirahat sejenak, Isya-pun  telah datang. Bacaan surat dalam shalat Isya dan Tarawih yang  panjangpun, serasa cepat. Bacaan syahdu ayat-ayat Qu'ran, melembutkan  hati dari keinginan duniawi. Kala itu, hati bergetar, takut akan adzab  Allah, "Sudahkan kupersiapkan diriku?", begitu tanyaku dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru  saja Tarawih, jarum jam begitu cepat menunjuk angka 12. Ingin rasanya  segera merebahkan tubuh ini dalam empuknya tempat tidur, melepas penat  yang ada. Belum lagi bermimpi, jam weaker telah membangunkan untuk  sahur. Tak lama, Subuhpun menanti. Enggan rasanya untuk melangkah ke  mushola. Ngantuk, musti jalan 10 menit, dingin, dan naik tangga 3  lantai... menjadi penghalang yang dasyat, tapi remind dari si teman  Mesir:"In akhirah, the way to Jannah is narrow dan dark. Many people  fall when try out to reach the jannah. Only few people, few people, can  pass. And al Fajr wal Isya', become the ligth at that time, since you  had to pass the darkness of night to do shalatul al Fajr and Isya jamaah  in mosque."Meyadarkanku untuk melangkah ke mushola dengan penuh harap.  Ternyata harapan (roja') menjadi senjata yang ampuh untuk melawan  godaan. Subuhpun menjadi khusuk terasa, dzikir pagi menambah tenang hati  ini. Tilawah Qur'an belum lagi tuntas 1 juz, jarum jam telah melaju  cepat ke angka 6, menggodaku untuk terlelap sejenak sebelum aktivitas  hari ini kembali berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian, terus bergulir  kehidupanku... Namun, disuatu saat, ada kala terasa sendiri; ada orang  disekitarku, namun kesendirian itu muncul, benar-benar merasa sendiri,  terasing, di negeri ginseng yang asing. Mungkin beginilah, pikirku, kala  harus mempertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah. Sendiri, semuanya  sendiri, tiada yang bisa membantu, hanya amalku yang pasti. Semoga Allah  menjagaku untuk senantiasa beramal sholeh."Life in this stage is very  quickly. It is pre-stage for akhirah, the long life. Life in this dunya  is one day or half if compare to the life in akhirah. So prepare by  doing good deed, shalatu jamaah in mosque, fasting, and other good  things", demikian kira-kira imam mushola mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga  Allah menuntunku untuk istiqomah di jalan-Nya, dan melimpahkan bagiku  dan keluargaku, kebaikan dunia maupun akhirat. Laa haula walaa quata  illa billah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musim berlalu bagai sungai mengalir Menuju ke arah muara Bagaikan usia kita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih ada sisa-sisa dosa yang tertinggal Untuk kita singkirkan di hati Yang amat mengharap keredhaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semalam telah pun tersisih Suka duka jadikan iktibar Kerana hari esok yang mendatang Tak menjanjikan kepastian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah di kesempatan yang ada Kan dapat kita pohon dari-Nya Sebelum berangkat ke daerah kematian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amat rapuhnya usia bak dedaun Nan tergantung pada tangkainya Bila tiba detik dan waktunya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berguguran...oh...berguguran Dedaunnya....oh....di akhirnya(Senandung Islam, Anugerah)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;﻿&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dikutip dari : Seri Kisah Nuansa Ramadhan 1429H di Korea&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-7365942439214207729?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/7365942439214207729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/kisah-nuansa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7365942439214207729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7365942439214207729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/kisah-nuansa-ramadhan.html' title='Kisah Nuansa Ramadhan'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-7241823591050379122</id><published>2010-08-23T00:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T00:24:24.053-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;p&gt;Tiga anak remaja tampak  bersemangat berjalan beriringan dengan ayah mereka di sebuah jalan desa  yang dikelilingi tumbuhan nan hijau. Sesekali, mereka tampak berhenti  sebentar untuk istirahat, kemudian berjalan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sebuah pertigaan jalan, tiba-tiba mereka berhenti. Salah seorang dari mereka berujar, "Yah, kita ke arah mana?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  ditanya tidak langsung menjawab. Sang ayah seperti memberi ruang kepada  anak-anaknya untuk berekspresi. "Menurut kamu, kira-kira kemana?" ujar  sang ayah kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gaya sang ayah yang mereka cintai ini memang  bukan hal baru buat mereka. Selalu saja, sang ayah akan melempar balik  sebuah pertanyaan yang sangat berkait dengan kematangan analisa dan  pengalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kayaknya ke kiri deh, Yah!" ucap si bungsu tiba-tiba.  Ia juga menjelaskan kalau jalan ke kiri itu jalan menuju puncak bukit  yang mereka tuju. Tapi, si bungsu masih belum yakin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau  menurutku, ke kanan!" ucap si sulung kemudian. "Coba lihat beberapa  petani yang memikul hasil panen mereka. Mereka datang dari arah kanan  kita kan! Itu artinya, mereka tidak mungkin membawa hasil panen mereka  ke bukit, tapi ke arah pasar yang letaknya pasti di bawah," jelas si  sulung begitu argumentatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Menurutmu gimana, Nak?" tanya sang  ayah ke anak yang tengah. Ia tampak berpikir sebentar, dan kemudian  mengangguk-angguk. "Aku setuju dengan yang arah kanan!" ucapnya  kemudian. Mereka pun berjalan menuju arah kanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba, si  bungsu berucap dalam sela-sela perjalanan mereka yang tampak begitu  mengasyikkan. "Yah, kenapa sih tidak ayah kasih tahu aja. Kan ini bukan  yang pertama kali ayah menuju bukit itu?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba-tiba langkah sang  ayah berhenti, yang kemudian diikuti oleh ketiga anaknya. Ia menarik  nafas dalam untuk selanjutnya menatap ketiga anaknya dengan senyum.  "Anakku," ucap sang ayah. "Ayah menginginkan kalian kelak menjadi  pemimpin yang baik, bukan sekedar pengikut yang baik," ucap singkat ayah  yang kemudian diiringi dengan langkahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;**Dalam dinamika  organisasi yang sehat, dalam bentuk apa pun sebuah organisasi, seorang  pemimpin yang baik bukan berarti orang yang piawai menelorkan  pengikut-pengikut yang setia (taqlid).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang pemimpin yang baik  adalah orang yang mampu menyiapkan pemimpin-pemimpin baru yang akan  menggantikannya esok. (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-7241823591050379122?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/7241823591050379122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/pemimpin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7241823591050379122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/7241823591050379122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/pemimpin.html' title='Pemimpin..'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-4860079222094520684</id><published>2010-08-23T00:55:00.002-07:00</published><updated>2010-08-24T00:27:19.822-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sa’id bin Harits Berbuka Puasa Bersama Bidadari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dakwatuna.com - Hisyam bin Yahya al-Kinaniy berkata, “Kami berperang  melawan bangsa Romawi pada tahun 38 H yang dipimpin oleh Maslamah bin  Abdul Malik. Dalam pertempuran itu ada di antara kami seorang lelaki  yang bernama Sa’id bin Harits yang terkenal banyak beribadah, berpuasa  di siang hari, dan shalat di malam hari.Saya melihat orang itu adalah  orang yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik siang maupun  malam hari. Jika dia tidak sedang melakukan shalat atau ketika kami  berjalan-jalan bersama, saya lihat dia tidak pernah lepas dari berdzikir  kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.Pada suatu malam ketika kami  melakukan pergantian jaga (saat mengepung benteng Romawi), sungguh saat  itu kami dibuat bingung olehnya. Saat itu saya katakan kepadanya,  ‘Tidurlah sebentar karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada  musuh. Jika terjadi sesuatu agar nantinya kamu dalam keadaan siaga.’Lalu  dia tidur di sebelah tenda sedangkan saya berdiri di tempatku berjaga.  Di saat itu saya mendengar Said berbicara dan tertawa, lalu mengulurkan  tangan kanannya seolah-olah mengambil sesuatu kemudian mengembalikan  tangannya sambil tertawa. Kemudian ia berkata, ‘Semalam.’ Setelah  berkata seperti itu tiba-tiba ia melompat dari tidurnya dan terbangun   dan bergegaslah dia bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.Lalu saya  bertanya kepadanya, ‘Bagus sekali, wahai Abul Walid (panggilan Sa’id),  sungguh saya telah melihat keanehan pada malam ini. Ceritakanlah apa  yang kau lihat dalam tidurmu.’Dia berkata, ‘Aku melihat ada dua orang  yang belum pernah aku lihat kesempurnaan sebelumnya pada selain diri  mereka berdua. Mereka berkata kepadaku, ‘Wahai Sa’id, berbahagialah,  sesungguhnya Allah swt. telah mengampuni dosa-dosamu, memberkati  usahamu, menerima amalmu, dan mengabulkan doamu. Pergilah bersama kami  agar kami menunjukkan kepadamu kenikmatan-kenikmatan apa yang telah  dijanjikan oleh Allah kepadamu.’Tak henti-hentinya Sa’id menceritakan  apa-apa yang dilihatnya, mulai dari istana-istana, para bidadari, hingga  tempat tidur yang di atasnya ada seorang bidadari yang tubuhnya  bagaikan mutiara yang tersimpan di dalamnya. Bidadari itu berkata  kepadanya, “Sudah lama kami menunggu kehadiranmu.” Lalu aku berkata  kepadanya, “Di mana aku?” Dia menjawab, “Di surga Ma’wa.” Aku bertanya  lagi, “Siapa kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah istrimu untuk  selamanya.”Sa’id melanjutkan ceritanya. “Kemudian aku ulurkan tanganku  untuk menyentuhnya. Akan tetapi dia menolak dengan lembut sambil  berkata, ‘Untuk saat ini jangan dulu, karena engkau akan kembali ke  dunia.’ Aku berkata kepadanya, “Aku tidak mau kembali.” Lalu dia  berkata, “Hal itu adalah keharusan, kamu akan tinggal di sana selama  tiga hari, lalu kamu akan berbuka puasa bersama kami pada malam ketiga,  insya Allah.”Lalu aku berkata, “Semalam, semalam.” Dia menjawab, “Hal  itu adalah sebuah kepastian.” Kemudian aku bangkit dari hadapannya, dan  aku melompat karena dia berdiri, dan saya terbangun.Hisyam berkata,  “Bersyukurlah kepada Allah, wahai saudaraku, karena Dia telah  memperlihatkan pahala dari amalmu.” Lalu dia berkata, “Apakah ada orang  lain yang bermimpi seperti mimpiku itu?” Saya menjawab, “Tidak ada.” Dia  berakta, “Dengan nama Allah, aku meminta kepadamu untuk merahasiakan  hal ini selama aku masih hidup.” Saya katakan kepadanya, “Baiklah.”Lalu  Sa’id keluar di siang hari untuk berperang sambil berpuasa, dan di malam  hari ia melakukan shalat malam sambil menangis. Sampai tiba saatnya,  dan sampailah malam ketiga. Dia masih saja berperang melawan musuh, dia  membabat musuh-musuhnya tanpa sekalipun terluka. Sedangkan saya  mengawasinya dari kejauhan karena saya tidak mampu mendekatinya. Sampai  pada saat matahari menjelang terbenam, seorang lelaki melemparkan  panahnya dari atas benteng dan tepat mengenai tenggorokannya. Kemudian  dia jatuh tersungkur, lalu dengan segera aku mendekati dia dan berkata  kepadanya, “Selamat atas buka malammu, seandainya aku bisa bersamamu,  seandainya….”Lalu ia menggigit bibir bawahnya sambil memberi isyarat  kepadaku dengan tersenyum. Seolah-olah dia berharap ‘Rahasiakanlah  ceritaku itu hingga aku meninggal’. Kemudian dari bibirnya keluar  kata-kata, “Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada  kami.” Maka demi Allah, dia tidak berucap kata-kata selain itu sampai  dia meninggal.Kemudian saya berteriak dengan suaraku yang paling keras,  “Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian semua melakukan amalan untuk  hal seperti ini,” dan aku ceritakan tentang kejadian tersebut. Dan  orang-orang membicarakan tentang kisah itu dan mereka satu sama lain  saling memberikan teguran dan nasihat. Lalu pada pagi harinya mereka  bergegas menuju benteng dengan niat yang tulus dan dengan hati yang  penuh kerinduan kepada Allah swt. Dan sebelum berlalunya waktu Dhuha  benteng sudah bisa dikuasai berkat seorang lelaki shaleh itu, yaitu  Sa’id bin Harits. Allahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-4860079222094520684?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/4860079222094520684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/kisah-said-bin-harits-berbuka-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/4860079222094520684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/4860079222094520684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/kisah-said-bin-harits-berbuka-puasa.html' title='Kisah Sa’id bin Harits Berbuka Puasa Bersama Bidadari'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-258103068700459402</id><published>2010-08-23T00:55:00.001-07:00</published><updated>2010-08-24T00:27:37.380-07:00</updated><title type='text'>Apel Haram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul  masjid, khusu’nya keganggu oleh bau asep rokok yang kuat banget, setelah  salam dia tahu dimana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja item  karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mao  ngomong ama tuh orang.” Tapi ngedadak ada anak kecil sembilan taunan  umurnya masuk mesjid, duduk disamping perokok itu. Dan si anak itu  mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.&lt;br /&gt;Anak: Assalamu’alaikum paman, paman orang mesir?&lt;br /&gt;Perokok: ya betul aku orang mesir.&lt;br /&gt;Anak    : Paman kenal Syeikh Abdul Hamid Kisyk?&lt;br /&gt;Perokok: ya kenal.&lt;br /&gt;Anak    : Paman juga kenal Syeikh Jaad al-Haq?&lt;br /&gt;Perokok: ya kenal juga.&lt;br /&gt;Anak    : Paman juga kenal Syeikh Muhammad al-Ghazali?&lt;br /&gt;Perokok: ya aku juga kenal.&lt;br /&gt;Anak    : Paman pernah dong mendengar pendapat dan fatwa-fatwa mereka?&lt;br /&gt;Perokok: ya dengar juga.&lt;br /&gt;Anak    : Mereka itu ulama dan syeikh yang berkata bahwa rokok itu haram, kenapa paman menghisapnya??&lt;br /&gt;Perokok: Ngga, rokok ngga haram.&lt;br /&gt;Anak    : Haram paman, bukankah Allah mengharamkannya: وَيُحَرِّمُ  عَلَيْهِمُ الخَبَائِثِ  (Allah mengharamkan yang buruk-buruk bagi  kalian) apakah paman waktu ngerokok baca bismillah dan baca  alhamdulillah waktu selesainya??&lt;br /&gt;Perokok: Ngga, rokok ngga haram, mana ada ayat al-Quran yang berbunyi  وَيُحَرِّمُ عَلَيْكُمُ الدُخَانَ  (Allah mengharamkan rokok bagimu).&lt;br /&gt;Anak    : Paman, rokok itu haram seperti haramnya apel!!!&lt;br /&gt;Perokok: (sambil marah) Apel haram!!! Bagaimana kamu bisa menghalalkan dan mengharamkan itu.&lt;br /&gt;Anak    : Coba paman tunjukkan ayat وَيُحِلُّ لَكُمُ التُّفَاحَ  (Allah menghalalkan apel)!&lt;br /&gt;Perokok itu sadar diri dan diam, ngga keluar lagi kata-katanya,  seterusnya dia nangis dan waktu solat juga dia nangis. Sehabis solat  perokok itu deketin si anak kecil, sang da’i yang nyadarin dirinya,  terus janji, “nak, paman berjanji kepada Allah tidak akan ngerokok lagi  sampai akhir hidup paman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : dakwatuna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-258103068700459402?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/258103068700459402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/apel-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/258103068700459402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/258103068700459402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/apel-haram.html' title='Apel Haram'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-1342842249317304150</id><published>2010-08-23T00:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T00:27:56.526-07:00</updated><title type='text'>Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda? []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soure : Tulisan Muhammad Yusuf Effendi di Dakwatuna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-1342842249317304150?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/1342842249317304150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/1342842249317304150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/1342842249317304150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2010/08/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga.html' title='Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-8484766872605313566</id><published>2009-10-16T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T03:54:06.588-07:00</updated><title type='text'>Rehat Sejenak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica;font-size:100%;"  &gt; Ada seorang pria yang tinggal di lantai paling atas di sebuah apartemen yang sangat tinggi. Setiap hari ia menggunakan lift menuju ke lantai dasar, meninggalkan apartemen itu lalu pergi bekerja. Sekembalinya dari kerja, ia hanya bisa naik ke separuh perjalanan saja, sisanya ia harus berjalan kaki menggunakan tangga, kecuali hari sedang hujan. Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica;font-size:100%;"  &gt; Seorang pria menggunakan pakaian berwarna serba hitam, celana hitam, sepatu hitam, kaos kaki hitam, sarung tangan hitam, dan kacamata hitam. Ia berjalan di sebuah lorong hitam. Seluruh lampu di lorong itu padam total. Kemudian, sebuah kendaraan berwarna hitam dengan lampu yang juga padam meluncur memasuki lorong. Namun tepat di depan orang itu kendaraan berhenti. Bagaimana mungkin pengendara kendaraan bisa melihat lelaki itu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica;font-size:100%;"  &gt; Seorang pria masuk ke sebuah bar dan meminta segelas air putih pada bartender. Segera saja bartender itu mengeluarkan senapan dan menondongkannya pada pria itu. Pria itu malah mengucapkan "terima kasih" lalu meninggalkan bar. ada apa dengan pria tadi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;jika anda mengetahui jawaban dari teka-teki di atas atau ingin mengetahui jawaban sebenarnya, kirim email ke taufiq_64@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-8484766872605313566?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/8484766872605313566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/10/rehat-sejenak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/8484766872605313566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/8484766872605313566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/10/rehat-sejenak.html' title='Rehat Sejenak'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-6093452669386575367</id><published>2009-01-22T11:41:00.001-08:00</published><updated>2010-08-24T00:31:28.761-07:00</updated><title type='text'>Palestine, update news</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The violence wreaked by the Israeli army on Palestinians, caused many of them, young and old, to suffer injury, death, and their homes destroyed. Conversely, a number of Palestinian radicals, who promote "violence against violence", have staged suicide attacks targeting the Israeli civilians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the Israeli-Palestinian conflict, which some have sought to present as more than just a war between two Middle Eastern countries, but as a Jewish-Muslim dispute, rages, Britain's chief rabbi, Professor Jonathan Sacks, caused great controversy with what he stated in an interview with the well-known British daily, The Guardian. In the interview, published in August 27, 2002, Sacks sternly criticized Israel, arguing that the country is adopting a stance "incompatible" with the deepest ideals of Judaism, and that the current conflict with the Palestinians is "corrupting" Israeli society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sacks, who became the chief rabbi of Britain's Orthodox Jews in 1991, and who has been the leader of a Jewish community of 280,000 in the country, is known as a loyal supporter of Israel and a veteran who has worked for the establishment of peace in the region. "I regard the current situation as nothing less than tragic… It is forcing Israel into postures that are incompatible in the long run with our deepest ideals" said Sacks. He added that "there are things that happen on a daily basis which make me feel very uncomfortable as a Jew." He went on to say that he was "profoundly shocked" at the recent reports of IDF soldiers smiling while posing for photographs with the corpses of slain Palestinians. 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The opinion of Sacks, who holds an important position in the Jewish community, helps to clarify the gravity of the situation. Essentially, Israeli soldiers, proud of having massacred an innocent person, though unaware of why they have even killed him, have lost their and humanity and sense of human decency to such an extent that they have posed for photographs besides their victims. The chief Rabbi's denouncement of this savagery in the name of Judaism reminds us an important fact: It is not permitted for either a true Muslim or a true Jew to shed innocent blood. All divine religions forbid violence, war, and unjust murder, and command peace and the helping to those in need. Another Jewish leader and a critic of Israel's policies, American rabbi Dovi Weiss, makes this remarkable comment:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The Jewish people are commanded by Almighty God to live in peace with all peoples and nations on the face of the globe. Our agenda is simple: It is to humbly worship the Creator at all times. As Torah Jews we are called upon to feel and express our sense of compassion when any person or group of human beings suffers. 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Islam, a religion founded on peace, also forbids oppression and bloodshed, and maintains that those who kill innocent people will be punished with a terrible chastisement. God has informed us that the killing of an innocent person is tantamount to the murder of all mankind:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...if someone kills another person - unless it is in retaliation for someone else or for causing corruption in the earth - it is as if he had murdered all mankind. (Qur'an, 5:32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;In truth, what leads Jews to shed blood is not their religion, but radical Zionism, a racist ideology founded on social-Darwinism. Since the day they came to Palestine, Zionists have made every effort to dispossess Palestinian Muslims and establish their ideal states on their land. In the pursuit of this goal, Zionists have thought themselves justified to wreak misery on all including women and children. In the process, they have misinterpreted certain verses of the Old Testament to suit their purposes, or as the chief rabbi stated, corrupted the religion of Judaism.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jonathan Sacks also noted that Israelis, who have lived centuries in dispersion, should very well understand the plight of Palestinians:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;You cannot ignore a command that is repeated 36 times in the Mosaic books: 'You were exiled in order to know what it feels like to be an exile.' I regard that as one of the core projects of a state that is true to Judaic principle. 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;In the same interview, Sacks also answered the questions about a secret meeting he held in 2000 with Abdullah Javadi-Amoli, one of the highest-ranking clerics of Iran, during a conference of religious leaders, and noted, interestingly:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;We established within minutes a common language, because we take certain things very seriously: we take faith seriously, we take texts seriously. It's a particular language that believers share. 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The chief rabbi Sacks' words are an example of the peaceful dialogue that must be established between Muslims and Jews (and, of course, Christians). All three faiths have enjoined justice, honesty, the rescue of the oppressed, and peace and love. The adherents of all the three faiths believe in God, love the same prophets; there should be no hostility between them.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Muslims and Jews believe in one God, who is the creator of the entire universe and all living things. Although their divine books are different, the adherents of both faiths follow the precepts of their books believing that they are the words of God.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;When Muslims, Christians and Jews accept common terms and values, the acts of terrorism and the hostility that has persisted for too long, will come to an end, resulting in a world based on love and peace.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://www.tragedipalestina.com/seruan.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-6093452669386575367?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/6093452669386575367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/palestine-update-news.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/6093452669386575367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/6093452669386575367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/palestine-update-news.html' title='Palestine, update news'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-3723364992382015219</id><published>2009-01-22T11:29:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T11:29:42.632-08:00</updated><title type='text'>TSUNAMI AND EARTHQUAKE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aceh is a special territory of Indonesia. Its current official name is Nanggroe Aceh Darussalam. Past spellings of its name include Acheh, Atjeh and Achin. Aceh is a province in the corner of Sumatra island, lay on equatorial line, the area is 57.365.57 km2 with tropical climate. The area included 119 islands, 35 mounts, 73 rivers. Aceh has 21 Regencies, 228 subdistricts, 5947 villages with 4.297.485 people.&lt;br /&gt;Since 1976 Aceh was in conflict. It was becouse aceh people felt unsatisfied to central government, so GAM (Aceh Fredom movement) take weapons to againts government. It was a dark memory when our day in sorrow. Everyday we heard, found and saw war and blood even human corpse. The conflict still run and never find a solution. At the time we didn’t know where the peace come to us.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Time after time there was a lots of people become victims of conflict. When the conflict still have no solution then came a huge disaster, at December 26, 2004 started with strong earthquake almost 9,0 richter. Everyone save themselves and find savety place And then came a huge wave like dark wall the high is about 300 meters ran very fast on the prowl. At that time no one knew what it was but after that we knew that was a tsunami.&lt;br /&gt;After the disaster hit everything gone. Even many buildings and infrastructures disappear. Lots of people dead More than 160.000, 500.000 lost their home, about 2.000 school were damaged, About 2.500 teachers died, Only 45.000 students left from 72.000 students. In Syiah Kuala University 111 lecturers died/lost, includes 3 profesors and 5 Doktor, 72 admin lost, 522 students of Unsyiah died/lost More than 8 hospitals damaged or destroyed, 114 health center or klinik were destroyed. 3.000 km streets couldn’t be used, 14 from 19 harbour were highly damaged, 120 main bridges were destroyed, 15.000 espoused briges were damaged, 8 fromi10 airports were damaged.&lt;br /&gt;That was a sorrow day, we didn’t knew what happen to our family, just thought how to save ourself. Everyone felt guilty, we know that we had make a big sin and never grateful that before the disaster we live in beautiful country, with our beloved family, with smile in every morning but know its all gone. Not only Aceh people sad but also the world that day cried. People of Indonesia came to help, lots of country gave their aids and many Non-Government Organization arrive here to help. Even Palestine and Bosnia Herzegovina that in war gave their aids.&lt;br /&gt;The disaster made central government and GAM want to end the conflicts and then at august 15, 2005 the Memorandum of Understanding was signed. That Memorandum finished all pain and the government and GAM stick together to build new Aceh. With the aids they build a BRA (Aceh Rehabilitation Board) to help the victims family of conflict to set-up their economy.&lt;br /&gt;Now, everything is going better. Many infrastructures and school building built, lots of country comes to Aceh to rebuild Aceh, to manage natural resources, help women to participate in democracy, gave scholarship for Aceh student to continue their study and many else.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-3723364992382015219?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/3723364992382015219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/tsunami-and-earthquake.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/3723364992382015219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/3723364992382015219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/tsunami-and-earthquake.html' title='TSUNAMI AND EARTHQUAKE'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-2433286389422350442</id><published>2009-01-22T11:24:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T11:24:33.386-08:00</updated><title type='text'>Meraih Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak ada orang yang ingin hidupnya tidak bahagia. Semua orang ingin bahagia. Namun hanya sedikit yang mengerti arti bahagia yang sesungguhnya. Hidup bahagia merupakan idaman setiap orang, bahkan menjadi simbol keberhasilan sebuah kehidupan. Tidak sedikit manusia yang mengorbankan segala-galanya untuk meraihnya. Menggantungkan cita-cita menjulang setinggi langit dengan puncak tujuan tersebut adalah bagaimana hidup bahagia. Hidup bahagia merupakan cita-cita tertinggi setiap orang baik yang mukmin atau yang kafir kepada Allah . Apabila kebahagian itu terletak pada harta benda yang bertumpuk-tumpuk, maka mereka telah mengorbankan segala-galanya untuk meraihnya. Akan tetapi tidak dia dapati dan sia-sia pengorbanannya. Apabila kebahagian itu terletak pada ketinggian pangkat dan jabatan, maka mereka telah siap mengorbankan apa saja yang dituntutnya, begitu juga teryata mereka tidak mendapatkannya. Apabila kebahagian itu terletak pada ketenaran nama, maka mereka telah berusaha untuk meraihnya dengan apapun juga dan mereka tidak dapati. Demikianlah gambaran cita-cita hidup ingin kebahagiaan. Apakah tercela orang-orang yang menginginkan demikian? Apakah salah bila seseorang bercita-cita untuk bahagia dalam hidup? Dan lalu apakah hakikat hidup bahagia itu? Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan jawaban agar setiap orang tidak putus asa ketika dia berusaha menjalani pengorbanan hidup tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan bukan pada istana ‘Abdul Malik bin Marwan, bukan pada pasukan Harun Ar-Rsyid, bukan pada rumah Ibnul Jashshash, bukan pula pada harta simpanan Qarun, kebahagiaan juga bukan pada Kitab Asy-Syifa’ Ibnu Sina, bukan pada diwan mutanabbi, dan bukan pula pada taman-taman Cordova atau kebun-kebun yang berbunga.&lt;br /&gt;Kebahagiaan ada pada diri sahabat sekalipun minim sumber daya mereka, gersang penghidupannya, minim pemasukannya, dan rendah daya belinya. Kebahagiaan itu timbul karena hati terhibur oleh kebenaran yang dijalaninya, dada menjadi lapang karena prinsip yang diyakininya, dan kalbu menjadi tenang karena kebaikan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS.28:77)&lt;br /&gt;Bila anda selalu mengingat semua nikmat yang telah diberikan Allah kepada anda, niscaya anda akan mendapatkannya meliputi diri anda, mulai dari bagian atas hingga bagian bawah kedua telapak kaki anda. Demikian besar nikmat Allah yang telah dianugrahkan kepada anda. Dunia ini beserta isinya telah diciptakan untuk anda, tetapi anda tidak menyadarinya. Anda memiliki kehidupan tetapi anda tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;Pikirkanlah pendengaran anda yang begitu peka, sesungguhnya ia terhindar dari ketulian. Renungkanlah penglihatan anda yang begitu tajam, sesungguhnya ia selamat dari kebutaan. Lihatlah kulit tubuh anda yang begitu mulus, sesungguhnya ia terhindar dari penyakit sopak dan lepra. Perhatikan akal anda yang begitu sehat sesungguhnya anda beroleh nikmat dengan kesehatan-Nya dan tidak sengsara karena menderita penyakit gila atau gangguan kejiwaan lainnya.&lt;br /&gt;Maukah anda bila hanya indera penglihatan anda semata ditukar dengan emas sebesar bukid Uhud? Sukakah bila indera pendengaran anda dijual dengan perak sebesar gunung Tsahlan? Maukah anda bila lidah anda ditukar dengan istana Zahra sehingga anda menjadi bisu? Maukah kedua pergelangan tangan anda yang utuh diamputasi hingga anda menjadi seorang yang tidak bertelapak tangan?&lt;br /&gt;Apakah anda menganggap mudah berjalan dengan kedua telapak kaki anda, sementara banyak telapak kaki lain yang diamputasi? Apakah anda menganggap remeh bila dapat tidur dengan nyenyak, sementara banyak orang lain yang tidak dapat tidur karena rasa sakit yang dideritanya? Memangnya mudah memenuhi perut anda dengan makanan yang lezat dan minuman yang sejuk, sementara masih banyak orang yang mengalami hambatan dalam menyantap makanan dan meneguk minumannya karena penyakit dan gangguan yang dideritanya?&lt;br /&gt;Manakala anda telah mengenal Allah , menyucikan-Nya, dan menyembah-Nya, niscaya anda akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, ketenangan dan keteduhan, sekalipun anda tinggal di rumah yang sangat sederhana. Sebaliknya, jika anda hidup menimpang, sekalipun anda tinggal di dalam istana yang paling modern dan rumah yang paling modern dan rumah yang paling luas serta di sisi anda terdapat semua yang anda inginkan. Ketahuilah bahwa kesudahan anda pasti pahit dan kesengsaraan anda akan menjadi kenyataan, karena sesungguhnya sampai sejauh itu anda masih belum memiliki kunci kebahagiaan.&lt;br /&gt;Sebenarnya engkau adalah orang yang paling beruntung, orang yang paling kaya, orang yang paling sempurna, engkau berada dalam kenikmatan yang berlimpah dan karunia yang sangat besar. Anda hidup dirudung kesusahan, kegelisahan, kesedihan dan kedukaan, padahal anda memiliki roti yang hangat, air yang sejuk, dapat tidur nyenyak, dan beroleh kesehatan yang berlimpah. Anda memikirkan nikmat yang tidak ada dan tidak pernah mensyukuri nikmat yang ada. Anda memiliki kunci kebahagiaan, segudang kebaikan, bakat, nikmat dan segala sesuatu yang lainnya. Oleh karena itu, merenunglah dan bersyukurlah anda!&lt;br /&gt;Makalah ini kami tulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan untuk mengingatkan tiap diri yang sedang berjalan menapaki bumi Allah yang sedang mencari kebahagiaan hakiki. Bukan bermaksud untuk menggurui tapi menjadi bahan koreksi kita semua. Di samping itu juga sebagai tugas yang diberikan kepada kami untuk membahas masalah ini dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Banyak tips-tips yang jitu dalam meraih kebahagiaan di dunia ini, Namun dibalik itu semua, hakikat kebahagiaan terletak pada diri kita sendiri. Ada yang mengatakan bahwa orang yang agamis tidak akan pernah mengalami kesedihan. Oleh karena itu mari kita isi hati dan pikiran kita dengan keimanan dan ketakwaan karena ia akan menyejukkan dan membahagiakan diri kita. La Tahzan ya Akhi...!!&lt;br /&gt;Pembahasan mengenai seluk-beluk bagaimana meraih kebahagiaan akan di bahas berikut ini. Tak lupa pula kami tuliskan kesimpulan makalah ini beserta saran yang dapat kami berikan bagi para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. RIDHALAH kepada Allah&lt;br /&gt;Keridhaan akan menghasilkan buah iman yang banyak lagi belimpah. Pelakunya menjadi terangkat karenanya hingga mencapai kedudukan yang paling tinggi. Ia menjadi orang yang mempunyai kemantapan dalam keyakinannya, ia memiliki tekad yang kokoh, dan jujur dalam semua hal, baik yang menyangkut tentang ucapan, perbuatan maupun sepak terjangnya.&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa ridha seorang hamba kepada Tuhannya Yang Maha Suci lagi Maha Bijaksana dalam semua keadaan, akan membuahkan Ridha Allah kepadanya. Apabila seorang hamba ridha kepada Tuhannya, maka Allah pun akan ridha kepada hamba tersebut.&lt;br /&gt;Sikap tidak ridha adalah pintu masuk kesusahan, kecemasan, kesedihan, kehancuran hati, kegersangan perasaan dan persangkaan yang bukan-bukan kepada Allah . Seorang hamba tidak berhak mengatur ketetapan Allah dan keputusan-Nya, sehingga dengan seenaknya dia menerima apa yang disukainya atau menolak apa yang tidak disukainya. Sesungguhnya manusia itu tidak mempunyai pilihan, melainkan pilihan itu hanya milik Allah .&lt;br /&gt;Sesungguhnya kepuasan jiwa tidak dapat direlisasikan dengan melawan arus taqdir dan menentang ketetapan Allah . Kepuasan jiwa akan terpenuhi hanya dengan sikap berserah diri dan patuh dan menerima apa yang telah digariskan-Nya. Sebab yang mengatur semua urusan adalah Allah . Ridha memastikan yang bersangkutan memperoleh ketenangan dan kesejukan kalbu. Ia akan bersikap tenang, tegar dan teguh saat diguncang oleh cobaan, diterpa oleh berbagai permasalahan dan menghadapi berbagai peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentramkan hati anda&lt;br /&gt;Seorang cendekiawan Inggris mengatakan: “meskipun anda berada dalam penjara di balik terali besi, anda masih bisa melayangkan penglihatan anda ke arah cakawala atau mengeluarkan bunga melati dari kantong anda, lalu anda cium baunya yang harum dan tersenyum. Meskipun anda berada dalam istana dengan mengenakan pakaian yang mahal dari kain suta yang tebal bisa saja anda berbelasungkawa atau marah dan mengamuk karana emosi terhadap urusan rumah tangga, keluarga, harta dan benda anda.”&lt;br /&gt;Jadi, kebahagiaan itu tidak terletak pada zaman atau tempat, tetapi terletak pada iman, ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Membalas, dan berada di dalam kalbu, karena kalbu adalah subjek penilaian Tuhan. Apabila keyakinan kita menetap di dalam kalbu, akan tumbuhlah rasa bahagia yang mensuplai kedalam relung-relung jiwa dan raga yang melahirkan perasaan lapang dan ketenangan.&lt;br /&gt;Ahmad bin Hanbal hidup bahagia, padahal pakaian putih yang dikenakannya penuh dengan tambal sulam-sulam yang dijahit dengan tangannya sendiri. Tempat tinggal yang dihuninya terbuat dari tanah liat yang memiliki tiga kamar dan makan yang dimilikinya hanyalah sepotong roti dan minyak. Adapun sepatunya menurut ungkapan para penutur riwayat hidupnya, dikenakan olehnya selama tujuh belas tahun yang dibuat dan dijahit dengan tangannya sendiri. Beliau makan daging hanya sebulan sekali. Sebagian besar hari-hari yang dijalaninya dalam sebulan dijalani dengan shaum. Dia datang dan pergi dalam menjelajahi dunia dalam rangka mencari Hadits. Sekalipun demikian, ia merasa hidup senang, teduh, mantap, dan tenang karena ia memiliki hati yang kokoh, cita-cita yang tinggi, mengetahui kesudahannya, memburu pahala mencari imbalan, dan beramal untuk akhirat dan merindukan syurga.&lt;br /&gt;Di antara buah keimanan adalah seorang hamba masih tetap terhibur hatinya saat tertimpa musibah. Semua kesulitan dan musibah yang dihadapinya terasa ringan dan mudah olehnya. Dia menyadari bahwa musibah yang menimpa dirinya bukanlah hal yang nyasar tanpa tujuan dan bahwa musibah yang luput darinya memang bukan ditujukan kepada dirinya. Oleh karenanya, dia akan ridha dan pasrah kepada taqdir yang menyakitkan sekalipun. Dia hadapi musibah yang mngejutkan itu dengan mudah karena semua itu datangnya dari sisi Allah dan menjadi penyebab yang menghantarkannya untuk dapat meraih pahala-Nya melalui musibah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. peliharalah pikiranmu&lt;br /&gt;Termasuk nikmat yang paling besar dalam hidup ini adalah memiliki kalbu yang selalu gembira lagi penuh dengan tenang dan tentram. Sesungguhnya hati yang selalu gembira akan melahirkan rasa percaya diri, membuahkan hasil yang baik dan membuat jiwa menjadi cerah. Banyak orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya untuk meraih kegembiraan itu memerlukan seni tersendiri yang harus dipelajari. Barang siapa yang mengetahui cara mendatangkan, meraih, dan mendapatkannya niscaya ia akan beruntung karena beroleh kehidupan yang cerah, penghidupan yang menyenangkan dan berbagai kesenangan dari depan dan belakangnya.&lt;br /&gt;Milton, seorang penyair Inggris, mengatakan bahwa sesungguhnya akal manusia dengan kemandiriannya mampu mengubah surga yang ada dalam dirinya menjadi neraka dan mengubah neraka menjadi surga. Oleh karena itu di antara hal pokok dalam seni meraih kegembiraan adalah anda mengekang dan menjaga pemikiran anda agar tidak lari dan lepas kendali. Demikian karena sesungguhnya jika anda membiakan pikiran anda dan apa yang disukainya, niscaya ia menjadi melarat tanpa kendali. Ia akan membuka semua arsip kesedihan dan membacakan kepada anda semua catatan tragedi yang terjadi semenjak anda dilahirkan. Sesungguhnya pemikiran itu apabila dibiarkan liar, tentu ia akan mengembalikan anda kepada masa lampau yang penuh dengan luka dan akan membukakan masa depan bagi anda dengan perasaan takut, sehingga akan mengguncangkan sendi-sendi kekuatan anda dan menggoyahkan eksistensi serta membakar perasaan anda. Oleh karena itulah, kendalikan pikiran anda dengan mengarahkan untuk melakukan pekerjaan yang membuahkan hasil yang menguntungkan dengan kesungguhan dan konsentrasi penuh. Hal pokok lainnya berkenaan dengan mempelajari seni kebahagiaan ini adalah memberikan kepada kehidupan ini makna yang sebenarnya dan menempatkannya pada kedudukan yang semestinya. Sesungguhnya kehidupan di dunia ini penuh dengan induk permusuhan, cikal-bakal kedukaan dan sumber malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. FAKTOR PENUNJANG KEBAHAGIAAN&lt;br /&gt;Tidak akan meraih kebahagiaan, tidak akan menemukannya dan tidak akan merasakannya, kecuali orang yang mengikuti jalan lurus yang telah ditinggalkan oleh Nabi muhammad untuk kebahagiaan kita di dunia ini dan pada hari akhirat nanti dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang menetapi jalan yang lurus ini adalah karena ia merasa tentram dengan kebaikan kesudahannya, percaya dengan tempat kepulangannya yang menyenangkan, merasa tenang dengan janji Tuhannya hingga membuat serius dalam menempuh jalan ini.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan:&lt;br /&gt;Amal shalih, sebagai mana yang dijanjikan oleh Allah melalui firman-Nya: “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia orang mukmin, maka sungguh akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”(QS.16:97)&lt;br /&gt;Istri yang shaleh, sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dalam berdo’a melalui fiman-Nya : “Ya Tuhan kami, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami.”(QS.25:74)&lt;br /&gt;Rumah yang lapang, sebagaimana yang disebutkan dalam do’a Nabi : “Ya Allah, lapangkanlah rumahku untukku.&lt;br /&gt;Penghasilan yang baik (halal), sebagaimana yang ditegaskan dalam sebuah hadits yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak menerima, kecuali yang baik (Halal).”&lt;br /&gt;Akhlak yang baik dan menyayangi orang lain, sebagai mana yang disebutkan dalam perkataan Nabi Isa yang di sitir oleh firman-Nya :”Dia menjadikan aku seorang yang selalu menebarkan kebaikan dimana saja aku berada.”(QS.18:31)&lt;br /&gt;Bebas dari utang dan tidak boros dalam membelanjakan harta. “Mereka tidak bersikap boros dan tidak pula kikir.”(QS.25:67)&lt;br /&gt;Sesunguhnya diantara petanda kebahagiaan sejati ialah bila kebahagiaan itu abadi sempurna. Kebahagiaan itu abadi bila terus berkesinambungan dari dunia sampai ke akhirat, di alam ghaib dan nyata, hari ini dan esok. Kesempurnaanya senantiasa melekat bila ia tidak dicemari oleh kekeruhan dan keindahan penampilannya tidak tercoreng oleh hal-hal yang tidak disukai. Seoang hamba yang ingin meraih kebahagiaan, keamanan, ketenangan dan kesenangan dalam hidupnya, di tuntut untuk segera membenahi diri guna menggapai keutamaan dan menghiasi diri dengan sifat-sifat yang terpuji dan sepak terjang yang baik. Janganlah anda membuang waktu anda untuk tidak melakukan kebaikan, janganlah anda menunda kesempatan untuk berbuat kebajikan dan jangan pula mengulur waktu umtuk meraih keutamaan&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits mengenai faktor penunjang kebahagiaan disebutkan bahwa : “Barang siapa yang hidup aman di tempat tinggalnya, mempunyai fisik yang sehat, dan memiliki kebutuhan pokok sehari-harinya, maka seakan-akan dunia beserta isinya telah menjadi miliknya.”&lt;br /&gt;Artinya, bila seorang telah mendapatkan kebutuhan pokoknya dan papan untuk berteduh, sedang ia hidup aman, maka sesungguhnya ia telah mendapatakan kehidupan yang terbaik, sarana termulia, dan kebaikan yang paling utama.&lt;br /&gt;Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan jika dada terasa sempit, urusan begitu sulit untuk dipecahkan, dan banyak jebakan yang memperdaya, maka bersegeralah ke tempat shalat. Manakala di hadapan anda hari-hari terasa gelap, malam-malam hari penuh dengan kepekatan, dan semua teman telah berubah sikapnya, maka kerjakanlah shalat.&lt;br /&gt;Dahulu Nabi bila dirudung oleh kesedihan, beliau bergegas menunaikan shalat seraya bersabda kepada Bilal untuk mengumandangkan iqamah. Beliau juga selalu melapangkan dadanya dengan mengerjakan shalat. Beliau melakukan ini seperti saat menghadapi perang Badar, perang Ahzab dan perang lainnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya eksistensi manusia itu sendiri tidak mampu mengubah keadaan, tidak mampu menghadapi berbagai musibah, dan tidak mampu menyelesaikan berbagai problema yang dihadapinya, karena dia dicipatakan dalam keadaaan lemah dan tidak berdaya. Akan tetapi kalau dia bertawakkal kepada Tuhannya, pecaya kepada perlindungan-Nya, dan meyerahkan urusan kepada-Nya, tentulah ia dapat melakukan semua itu. Memang tida daya dan upaya bagi hamba yang miskin lagi hina ini apabila didera oleh berbagai musibah dan diliputi oleh berbagai bencana, melainkan “hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal jika kalian benar-benar orang-orang yang beriman.”(QS.5:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. FAKTOR YANG MeNGUNDANG KEGELISAHAN&lt;br /&gt;Namun, dalam kehidupan sehari-hari banyak juga faktor-faktor yang dapat mengundang kegelisahan, keruhnya hati, dan sempitnya dada. Faktor-faktor seperti ini hendaknya harus dihindari, faktor tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Suka mengeluh terhadap qadha’ dan qadar Allah dan merasa tidak puas dengannya.&lt;br /&gt;2. Terjerumus ke dalam berbagai perbuatan maksiat tanpa ada kemauan untuk bertaubat.&lt;br /&gt;3. Dengki kepada orang lain, suka balas dendam, dan iri dengan karunia yang diberikan oileh Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;4. Berpaling dari peingatan Allah .&lt;br /&gt;Orang-orang yang celaka dengan pengertian celaka yang sebenarnya hanyalah orang-orang yang mengalami kebangkrutan pembendaharaan imannya dan mengalami kekrisisan dalam modal keyakinannya. Tiada yang dapat membahagiakan jiwa ini, mensucikan, membersihkan dan membuatnya bahagia serta dapat melenyapkan kesusahan, kesedihan dan kegelisahannya, selain iman kepada Allah, Tuhan semesta alam. Tiada berasa hidup ini kecuali dengan iman. Parameter kebahagiaan, kesenangan, dan ketenangan anda dapat diukur melalui kadar keimanan anda sesuai dengan grafik kekuatan dan kelemahannya.&lt;br /&gt;Diantara musuh kegembiraan adalah pemikiran yang picik, pandangan yang kerdil, egoisme yang tinggi, serta lupa daratan dan alam sekitanya. Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk melupakan keadan diri sendiri dan membuang jauh penderitaan yang dialami oleh diri kita sehingga kita dapat menghasilkan dua hal yang penting yaitu kebahagian diri kita sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Simpulan&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan yang telah kami tulis dapat disimpulkan bahwa dalam meraih kebahagiaan :&lt;br /&gt;Kebahagiaan hanya terdapat pada orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, pada orang-orang yang mengenal Tuhannya dan pada orang-orang yang lapang dadanya. Kebahagiaan itu timbul karena hati terhibur oleh kebenaran yang dijalaninya, dada menjadi lapang karena prinsip yang dijalaninya, dan kalbu menjadi tenang karena kebaikan yang dimilikinya. kebahagiaan itu tidak terletak pada zaman atau tempat, tetapi terletak pada iman, ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Membalas, dan berada di dalam kalbu, karena kalbu adalah subjek penilaian Tuhan. Apabila keyakinan kita menetap di dalam kalbu, akan tumbuhlah rasa bahagia yang mensuplai kedalam relung-relung jiwa dan raga yang melahirkan perasaan lapang dan ketenangan.&lt;br /&gt;Hal pokok dalam seni meraih kegembiraan adalah anda mengekang dan menjaga pemikiran anda agar tidak lari dan lepas kendali. Demikian karena sesungguhnya jika anda membiakan pikiran anda dan apa yang disukainya, niscaya ia menjadi melarat tanpa kendali. Ia akan membuka semua arsip kesedihan dan membacakan kepada anda semua catatan tragedi yang terjadi semenjak anda dilahirkan. Kebahagiaan itu teletak pada pengorbanan, kemampuan mengekang kesombongan, keinginan menebar kebajikan, usaha mencegah gangguan, serta sikap menghindari egoisme dan mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Kebahagiaan dapat diraih sesudah berhasil menanggulangi semua hambatan dan menundukkan semua kesulitan. Kenikmatan yang diraih sesudah mencapai kemenangan memang kenikmatan yang tiada taranya, sebagaimana kegembiraan yang didapat sesudah mencapai kebehasilan memang merupakan kegembiraan yang tiada taranya pula.&lt;br /&gt;Kunci kebahagiaan adalah satu kalimat, peninggalan agama adalah satu ungkapan, dan panji keberuntungan adalah satu jumlah. Kalimat, ungkapan, dan jumlah yang dimaksud adalah ucapan : “Tidak ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saran&lt;br /&gt;Sebagai upaya dalam mengkoreksi diri dan meraih kebahagiaan serta kehidupan yang lebih bermakna maka kami menyarankan kepada diri kami sendiri dan kepada pembaca sekalian agar :&lt;br /&gt;Duduklah di malam hari untuk memohon ampun kepada Allah. “Dan orang-orang yang beristigfar pada waktu sahur.”(QS.3:17)&lt;br /&gt;Menyendirilah untuk bertafakkur. “Mereka bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi.”(QS.3:191)&lt;br /&gt;Bergaullah dengan orang-orang yang shaleh. “Bersabarlah kamu bersama mereka yang senantiasa beribadah kepadaTuhannya.”(QS.18:28)&lt;br /&gt;Perbanyaklah berzikir. “Berdzikirlah kalian kepada Allah sebanyak-banyaknya.”(QS.33:41)&lt;br /&gt;Shalat sunnahlah dua raka’at dengan khusyu’. “Yaitu mereka yang mengerjakan shalatnya dengan khusyu’.”(QS.23:2)&lt;br /&gt;Bacalah Al-Qur’an dengan merenungkan maknanya.”Apakah mereka tidak memperhatikan (kandungan makna) Al-Qur’an?”(QS.4:28)&lt;br /&gt;Puasa sunnahlah pada musim panas yang terik. Dalam sebuah Hadits disebutkan: “Ia meninggalkan makan, minum dan nafsu birahinya karena aku.”&lt;br /&gt;Bershadaqahlah dengan diam-diam Dalam Hadist disebutkan: ”Sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya.”&lt;br /&gt;Berikanlah bantuan kepada sesama muslim yang berada dalam kesulitan. Rasulullah bersabda: ”Barang siapayang membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan antara kesulitan-kesulitan di dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan antara kesulitan-kesulitan yang terjadi pada hari kiamat.”&lt;br /&gt;Berzuhudlah kepada duniawi yang fana. “Kehidupan alhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal.”(QS.87:17).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-2433286389422350442?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/2433286389422350442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/meraih-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/2433286389422350442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/2433286389422350442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/meraih-kebahagiaan.html' title='Meraih Kebahagiaan'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5376455309734240637.post-5071552554151320585</id><published>2009-01-22T11:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T11:21:05.354-08:00</updated><title type='text'>BANTUAN DAN KERJASAMA PASCA KONFLIK SERTA GEMPA DAN TSUNAMI ANTARA PEMERINTAH AUSTRALIA DAN PEMERINTAH ACEH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Australia telah lama terjalin. Hingga saat ini telah banyak kesepakatan yang diambil dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, pedagangan hingga keamanan. Seperti pada September 2005 Menteri Perdagangan (Mendag) Australia waktu itu, Mark Vaile, dan Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu menandatangani Australia-Indonesia Trade and Investment Framework (TIF) atau kerangka kerja sama perdagangan dan investasi Australia-Indonesia . Pada 13 November 2006 juga ditandatangani perjanjian keamanan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Australia, diatur antara lain kerjasama di bidang pertahanan, keamanan maritim, intelijen, kontraterorisme, pencegahan proliferasi senjata pemusnah massal, dan tanggap darurat bencana alam , dan juga pada 13 Juni 2008 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Australia Kevin M Rudd melakukan pertemuan di Istana Merdeka guna menjajaki peningkatkan kerjasama bilateral kedua negara dalam berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertahanan . Bahkan sejak tahun 1950-an sampai sekarang banyak mahasiswa Indonesia mendapat beasiswa di berbagai Universitas di AUSTRALIA melalui The Australian Development Scholarships (Colombo Plan, AIDAP, ADS, John Crawford, dsb) . Sekarang lebih dari 15.000 pelajar Indonesia sedang melanjutkan studi di Australia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalin hubungan yang cukup akrab, Pemerintah Australia terus melanjutkan kerjasamanya bahkan membantu dan bekerjasama dengan Pemerintah Aceh. Berikut profil singkat tentang Aceh dan bantuan serta kerjasama yang telah disepakati antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Aceh.&lt;br /&gt;Aceh merupakan nama sebuah daerah di Indonesia yang sebelumnya populer dengan sebutan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan sekarang telah berubah menjadi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Aceh merupakan provinsi paling barat yang berada di ujung pulau sumatera dengan letak astronomisnya yaitu pada 2 LU - 6 LU dan 95 BT – 98,5 BT. Aceh, bila dilihat dari penduduk terdiri dari berbagai etnis dan berbagai ras, sekaligus antara etnis yang satu dengan yang lainnya mempunyai budaya sendiri .&lt;br /&gt;Nanggroe Aceh Darussalam secara geografis memiliki luas wilayah 57.365.57 km2. Secara keseluruhan luas wilayah tersebut terdiri dari perkotaan, perkampungan, sungai, danau, hutan, areal pertanian, padang rumput, pegunungan, darat dan kepulauan . Aceh memiliki batas wilayah sebagai berikut (1) sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka, (2) sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara, (3) sebelah barat berbatasan dengan Samudra Indonesia dan (4) sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka.&lt;br /&gt;Nanggroe Aceh Darussalam sangat kaya dengan hasil alam, hasil bumi dan hasil laut, kaya flora dan fauna sesuai dengan iklim tropis. Daerah pedalaman Aceh terdiri dari perbukitan dan pegunungan yang merupakan rangkaian dari bukit barisan dan diselimuti oleh hujan tropis.&lt;br /&gt;Kendatipun banyak hal istimewa yang dimiliki Aceh akan tetapi Aceh juga menuai tinta merah dalam sejarah kehidupannya salah satu di antaranya adalah konflik. Konflik yang terjadi di Aceh dapat dikategorikan dalam dua periode atau masa, yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan . Pada masa penjajahan yang saat itu dilakukan oleh Belanda. Konflik pertama pada masa kemerdekaan diawali dengan peristiwa DI atau TII. Saat itu DI atau TII dipimpin oleh Daud Bereueh. Kemudian, pada tahun 1976 Teuku Hasan Di Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan disambut dengan antusias oleh masyarakat yang sudah lama tersia-siakan.&lt;br /&gt;Seiring waktu yang berjalan dan disaat belum ada proses penyelesaian konflik antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah Republik Indonesia, tepat pada 26 Desember 2004, Aceh juga diuji dengan adanya bencana alam gelombang Tsunami. Kejadian itu di awali dengan terjadinya “gempa Aceh” pada pukul 07.05.38 WIB dengan kekuatan 8,9 Skala Richter (SR) dan kemudian disusul dengan gelombang Tsunami. Disebut gempa Aceh, karena episentrumnya terletak di perairan Aceh. Tepatnya pada posisi 2,9 LU dan 96,6 BT .&lt;br /&gt;Bencana alam, gempa bumi dan tsunami di Aceh telah menimbulkan solidaritas menyeluruh baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk membangun kembali masyarakat dan wilayah Aceh. Begitu pula telah tumbuh kesadaran yang kuat dari Pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka untuk menyelesaikan konflik secara damai dengan disepakatinya nota kesepahaman (Memorandum of Undestanding) antara Pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki.&lt;br /&gt;Setelah gempa dan tsunami melanda Aceh, tergalanglah dana yang sangat besar dari berbagai lembaga donor nasional maupun internasional. Dunia mulai membantu, membangun dan memperbaiki keadaan Aceh baik dari segi aspek fisik maupun psikologi. Lembaga donor tersebut memberi bantuan kepada pemerintah Aceh untuk korban gempa dan Tsunami dan konflik. Salah satu lembaga donor tersebut adalah lembaga yang berada di bawah Pemerintah Australia.&lt;br /&gt;Lembaga donor yang di bawah Pemerintah Australia tersebut membantu Aceh dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi baik karena tsunami maupun luka karena konflik. Terbukti pada 14 juni 2008 Perdana Menteri (PM) Australia meresmikan rampungnya pembangunan kembali gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Uleelheu, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri John Howard juga sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar 50 juta dollar (Rp 440 miliar) untuk membantu Aceh pasca tsunami. Dari jumlah bantuan tersebut diperuntukkan membangun 18 fasilitas pendidikan yang terkena tsunami, dan 43 sekolah dasar di daerah konflik. Bahkan dana tersebut juga dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan anak-anak Aceh, membantu pemerintah untuk menyediakan pelayanan yang lebih baik, membantu anggota masyarakat termasuk wanita untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan demokrasi. Termasuk pembangunan kembali kemampuan bertahan hidup dan menyokong perekonomian Aceh. Tak hanya sampai disitu, pemerintah bersama masyarakat Australia telah member donasi sebesar350 juta dollar ke berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang menjalankan misi kemanuasiaan di Aceh .&lt;br /&gt;Pemerintah Australia juga menawarkan kerjasama dalam berbagai sektor termasuk bidang pertambangan. Bahkan perusahaan pupuk Incitec Pivot Limited, menawarkan melakukan investasi untuk mendorong hasil prosuksi pabrik pupuk di Aceh . Di bidang ekonomi Pemerintah Australia berkeinginan untuk menjalin kerjasama pembanguan ekonomi guna membantu masyarakat Aceh untuk mencapai masa depan ekonomi yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;Dari data-data diatas membuktikan bahwa kerjasama dan bantuan yang dilakukan oleh pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia khususnya kepada Aceh terjalin begitu erat, hal ini disebabkan karena pertama, letak geografis antara Indonesia dan austalia yang begitu dekat. Keuntungan dari letak geografis ini adalah memudahkan mobilisasi kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Kedua, kebutuhan ekonomi kedua belah pihak. Pemerintah Australia dan Indonesia telah lama melakukan kerjasama di bidang ekonomi, Ekspor produk utama Australia adalah gandum, minyak mentah, alumunium, ternak, dan kapas. Sementara ekspor Indonesia ke Australia adalah minyak mentah, emas selain uang logam, emas, kertas, kardus, serta kayu olahan .&lt;br /&gt;Ketiga, keinginan yang tulus dari Pemerintah Australia untuk membangun Aceh yang telah melalui konflik berkepanjangan serta diguncang oleh gempa dan dihempas oleh gelombang tsunami, seperti yang diungkapkan Perdana Menteri (PM) Australia Kevin M Rudd “kami ke Aceh bukan hanya membangun kembali yang rusak akibat tsunami tapi juga menyembuhkan luka lama akibat konflik. ”&lt;br /&gt;Keempat, adanya kesepakatan bersama untuk mencapai suatu tujuan yang merupakan kebutuhan kedua belah pihak. Pemerintah Aceh membutuhkan kerjasama dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dan bantuan materil guna memulihkan masyarakat yang telah dilanda konflik serta gempa dan tsunami, sedangkan Pemerintah Australia berkeinginan untuk bekerjasama dengan Pemerintah Aceh dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA).&lt;br /&gt;Melihat begitu tingginya frekuensi kerjasama dan bantuan yang disepakati oleh pemerintah Australia dan Pemerintah Aceh maka ada beberapa hal yang menjadi catatan agar hubungan ini terus terjalin dan tujuannya tercapai. Pertama, masyarakat dan Pemerintah Aceh harus bersyukur dengan banyaknya lembaga donor yang memberi bantuan untuk membangun dan memperbaiki Aceh setelah konflik serta gempa dan tsunami. Seperti yang kita ketahui, keadaan Aceh setelah dilanda Konflik serta gempa dan gelombang tsunami serba kekurangan, maka kita patut untuk berterima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Australia yang telah membangun dan memperbaiki keadaan Aceh dan bersedia membangun kerjasama di berbagai bidang, termasuk pemberian beasiswa kepada beberapa anak Aceh yang berprestasi untuk melanjutkan kuliahnya ke Australia.&lt;br /&gt;Kedua,hubungan yang sangat erat ini harus dijaga oleh kedua belah pihak. Sejumlah bantuan yang telah diserahkan oleh masyarakat dan Pemerintah Ausrtalia harus dikelola dengan baik oleh Pemerintah Aceh, proyek-proyek pembangunan yang sedang berjalan harus selesai sesuai target dan perjanjian yang telah disepakati tidak boleh menyimpang dan harus mencapai tujuan yang diinginkan karena jika tidak maka hal ini sangat mempengaruhi hubungan kedua belah pihak untuk kedepan.&lt;br /&gt;Ketiga, masyarakat Aceh harus memaksimalkan bantuan yang diterima dengan menggunakannya untuk usaha-usaha yang produktif baik usaha kecil menengah maupun usaha yang lainnya. Persoalan kemiskinan masih menjadi permasalahan yang belum tuntas yang terjadi pada masyarakat Aceh. Sekarang merupakan kesempatan besar bagi rakyat aceh untuk menata diri dan membangun perekonomian yang kuat melalui bantuan yang dikucurkan oleh lembaga-lembaga donor.&lt;br /&gt;Keempat, dalam setiap hubungan kerjasama pasti kedua belah pihak menginginkan keuntungan. Oleh karena itu maka di setiap proses kerjasama dituntut keterbukaan. Kuntungan yang ingin dicapai oleh kedua bilah pihak harus dibahas dan dicantumkan dalam perjanjian yang telah disepakati.&lt;br /&gt;Kelima, di setiap kesempatan kerjasama yang ingin dibangun, dengan pihak asing maka Pemerintah Aceh harus mengedepankan Australia. Jika kedepan Pemerintah Aceh ingin membuat kerjasama maka Pemerintah Aceh harus mengajukan terlebih dahulu kerjasama tersebut kepada Pemerintah Australia mengingat bantuan Australia telah banyak diterima oleh warga Aceh.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, marilah kita bersama-sama menjaga hubungan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia khususnya Aceh ini agar berjalan lancar. Semoga bantuan yang diberikan oleh masyarakat dan Pemerintah Australia dipergunakan dengan semaksimal mungkin sehingga dapat memajukan masyarakat kita dari berbagai aspek.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5376455309734240637-5071552554151320585?l=akhitaufiqnews.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/feeds/5071552554151320585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/bantuan-dan-kerjasama-pasca-konflik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5071552554151320585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5376455309734240637/posts/default/5071552554151320585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhitaufiqnews.blogspot.com/2009/01/bantuan-dan-kerjasama-pasca-konflik.html' title='BANTUAN DAN KERJASAMA PASCA KONFLIK SERTA GEMPA DAN TSUNAMI ANTARA PEMERINTAH AUSTRALIA DAN PEMERINTAH ACEH'/><author><name>Taufiq M.Isa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02317711336989508202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_0lZzC0gYTnE/THNUwJoH9XI/AAAAAAAAAlM/bPNQE7m0gNA/S220/IMG_0035.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
